Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

KARHUTLA DI POSO MEREMBET DAN MELAHAP SMAN 1 PAMONA SELATAN

POSO, tabloidnusantara. Kebakaran hutan dan lahan di Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, yang sejak Sabtu pagi menghanguskan lahan gambut seluas 30 hektare, berujung pada insiden paling pahit pada Minggu siang. Kobaran api merembet keluar dari rawa gambut dan melalap gedung SMA Negeri 1 Pamona Selatan.

Amukan si jago merah menjulang tinggi membakar atap dan dinding sekolah. Di sela asap tebal yang menutup langit Pamona, hanya segelintir warga terlihat berlari membawa ember dan alat seadanya, mencoba menahan laju api yang terus terdorong angin kencang.

Medan gambut memang sejak awal menjadi lawan paling sulit. Sehari sebelumnya, Sabtu, barisan pemadaman sudah dikerahkan.

Sebanyak 25 personel Polsek Pamona Selatan, 35 personel TNI, satu unit mobil pemadam kebakaran, dan sekitar 250 warga bahu-membahu membuat sekat bakar serta menyiram titik api di koordinat 2.054496° LS, 120.726929° BT, tepat di tepi jalur Trans Sulawesi. Upaya itu sempat menahan api hingga malam.

Kapolsek Pamona Selatan IPTU Oktavianus Batara, S.H., mengakui kerja keras tim gabungan dan warga. Namun ia juga mengingatkan sifat gambut yang berbeda dari kebakaran biasa.

“Penanganan Karhutla di lahan gambut memang memiliki tantangan tersendiri karena api bisa bertahan di bawah permukaan tanah,” ujarnya.

Ia kembali mengimbau warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena hembusan angin kencang mampu mengubah bara kecil menjadi kebakaran besar dalam hitungan menit.

Dugaan sementara, kemarau panjang membuat lapisan gambut mengering. Ditambah angin, bara yang sebelumnya tertutup tanah menyala kembali dan merayap hingga ke kompleks sekolah pada Minggu siang.

Hingga berita ini ditulis belum ada laporan korban jiwa akibat terbakarnya gedung SMA Negeri 1 Pamona Selatan.

Aparat keamanan bersama petugas pemadam kebakaran kini masih berada di lokasi, berupaya membuat garis api baru agar kobaran tidak merambat ke permukiman warga di sekitar Desa Pasir Putih.

Peristiwa ini menambah panjang daftar kerugian akibat Karhutla di Poso tahun ini, dan sekali lagi menunjukkan betapa rapuhnya wilayah gambut saat kemarau bertemu angin.