SERAM BAGIAN BARAT, tabloidnusantara. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Maluku Kombes Pol Dasmin Ginting turun langsung ke Kecamatan Taniwel, Seram Bagian Barat, Sabtu pagi. Kehadirannya untuk memperkuat penyelidikan bentrokan antara warga Desa Lisabata dan Desa Patahuwe yang pecah Jumat 11 September.
Dasmin tiba sekitar pukul 06.00 WIT. Ia menegaskan Polda Maluku hadir bukan untuk mengambil alih, melainkan memastikan proses hukum di Polres SBB berjalan profesional, objektif, dan berpijak pada bukti.
“Satuan Reskrim Polres SBB sementara berusaha untuk mengungkap pelaku dalam konflik ini. Kami bekerja berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan di lapangan,” kata Dasmin di Ambon.
Konflik berawal dari insiden kebakaran lahan yang kemudian memicu ketegangan antarwarga dua desa. Esok harinya ketegangan itu berujung bentrokan.
Dari laporan awal polisi, sejumlah rumah dan satu sepeda motor terbakar. Empat warga juga dilaporkan terluka akibat tembakan senjata angin.
Untuk mengamankan proses penyelidikan, polisi memasang garis polisi di sejumlah titik yang terkait dengan kejadian. Area itu akan diperiksa secara menyeluruh guna memetakan kronologi, mengidentifikasi pihak yang terlibat, dan mengumpulkan barang bukti. Pembersihan puing bangunan yang terbakar dan roboh baru akan dilakukan setelah olah tempat kejadian perkara selesai.
Dasmin menekankan penegakan hukum tidak boleh dibangun di atas opini. Setiap dugaan tindak pidana akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku, berdasarkan keterangan saksi, fakta di lapangan, dan alat bukti yang dikumpulkan penyidik.
Ia juga mengimbau warga menahan diri. Jangan main hakim sendiri dan jangan menyebar tuduhan ke pihak tertentu sebelum fakta cukup.
“Kami meminta masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri dan tidak menyebarkan tuduhan kepada pihak tertentu sebelum proses penyelidikan memperoleh fakta yang cukup. Percayakan proses hukum kepada kepolisian,” ujarnya.
Untuk mencegah bentrokan susulan, Polda Maluku bersama Polres SBB dan unsur TNI telah melakukan pengamanan di wilayah Taniwel. Hingga Sabtu situasi dinyatakan aman dan terkendali, sementara tim masih terus bekerja mengurai rangkaian peristiwa yang memicu bentrokan tersebut.
