MEDAN, tabloidnusantara. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka datang langsung ke Berastagi, Kabupaten Karo, Jumat, untuk menjenguk siswa yang dirawat usai diduga keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis.
Didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Gibran menyambangi dua rumah sakit tempat para korban dirawat, RS Efarina Etaham dan RS Amanda Berastagi.
Kedatangan orang nomor dua di Indonesia itu bukan sekadar seremoni. Ia masuk ke ruang perawatan, menemui satu per satu pasien, dan bertanya langsung ke orang tua tentang keluhan serta kebutuhan.
“Kedatangan saya kemari untuk memastikan anak bapak ibu bisa sembuh dan bersekolah kembali. Mendapatkan pelayanan kesehatan, dan obat-obatan terbaik,” kata Gibran.
Ia menegaskan pemerintah tidak akan melepas tanggung jawab sampai seluruh siswa pulih. Jika diperlukan rujukan ke Medan atau bahkan ke Jakarta, semua akan difasilitasi.
“Tadi saya datangi satu-satu, apa saja yang diperlukan. Apakah butuh rujukan ke Jakarta atau Medan, semua pasti kami penuhi,” ucapnya.
Kepada keluarga korban ia juga memastikan seluruh biaya pengobatan hingga tuntas akan ditanggung negara.
“Tolong ini nanti Pak Gubernur, biayanya kita tanggung semua,” pintanya kepada Bobby.
Insiden yang memicu kunjungan ini terjadi sehari sebelumnya. Data Dinas Kesehatan Provinsi Sumut mencatat ratusan siswa SMA Negeri 1 Berastagi serta sejumlah SMA dan SMK Swasta Bersama di Karo mengalami gejala mual, muntah, dan sakit perut setelah makan menu MBG pada Kamis. Sebagian besar dirawat inap, sebagian lain hanya rawat jalan. Beberapa pasien bahkan dirujuk ke rumah sakit di Medan untuk penanganan lebih lanjut.
Bobby Nasution yang turut mendampingi Wapres langsung menginstruksikan Kepala Dinkes Sumut Faisal Hasrimy dan jajaran terkait untuk mempercepat penanganan dan menindaklanjuti setiap keluhan keluarga.
“Proses pemulihan siswa ini tidak berhenti setelah mereka mendapatkan perawatan medis. Pemerintah tetap melakukan pendampingan untuk memastikan kondisi kesehatan dan psikologis mereka terus membaik,” ujar Bobby.
Kunjungan Wapres menjadi penegas bahwa kasus dugaan keracunan massal pada program MBG ditangani serius hingga ke level pusat. Di luar urusan medis, pemerintah kini juga dihadapkan pada tugas memulihkan kepercayaan orang tua dan siswa agar program gizi gratis tetap berjalan, tetapi dengan pengawasan mutu yang jauh lebih ketat.
