Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
EKONOMI

TIGA PETUGAS PERTANIAN TEWAS DITEMBAK, PEMERINTAH TEGASKAN BANTUAN PANGAN PAPUA TAK BOLEH TERHENTI

JAYAPURA, tabloidnusantara. Pemerintah menegaskan penyaluran bantuan pangan dan ternak bagi masyarakat pedalaman Papua tetap berjalan meski ancaman kekerasan kembali menelan korban. Penegasan itu disampaikan setelah tiga petugas Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak saat menjalankan tugas kemanusiaan.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyebut para petugas tersebut berada di lapangan untuk memastikan kebutuhan pangan dan gizi masyarakat terpenuhi, bukan untuk menjadi bagian dari konflik.

“Program bantuan pangan dan ternak untuk masyarakat Papua tidak boleh berhenti karena ancaman kekerasan. Negara harus hadir lebih kuat, melindungi setiap pahlawan pangan yang bertaruh nyawa demi menjamin kecukupan pangan rakyat Papua,” kata Amran dalam keterangan resmi, Kamis (10/9/2026).

Amran meminta aparat keamanan mengusut tuntas penembakan tersebut sekaligus memperkuat perlindungan terhadap petugas pertanian yang bekerja di wilayah rawan.

Diserang Saat Pulang dari Penyaluran Bantuan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman : Bantuan Pangan akan tetap berjalan. ( foto: istimewa )

Penembakan terjadi pada Rabu (9/9/2026) sore di Kampung Muliama, sekitar 20 kilometer dari Wamena. Rombongan petugas diserang saat dalam perjalanan pulang setelah menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat di Kampung Kimbim, Distrik Asologaima.

Tiga petugas, yakni AR (49), AAM (35), dan WM (25), meninggal dunia dalam serangan tersebut. Ketiga jenazah telah dievakuasi dan berada di RSUD Wamena.

Kepala Operasi Damai Cartenz Irjen Pol Faizal Ramadhani mengatakan penyelidikan sementara mengarah pada dugaan keterlibatan kelompok bersenjata.

“Dari hasil penyelidikan sementara, diduga pelaku penembakan adalah anggota KKB Kodap III Ndugama. Namun, siapa pelakunya secara pasti masih terus didalami,” kata Faizal di Jayapura, Kamis (10/9/2026).

Pemerintah juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan dukungan terhadap keluarga yang ditinggalkan.

“Kita ingin pembangunan pertanian di Papua kuat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Amran.

Serangan tersebut kembali menyoroti risiko yang dihadapi para petugas pelayanan publik ketika menjangkau masyarakat di wilayah pedalaman. Pemerintah kini menghadapi dua tuntutan sekaligus: memastikan bantuan pangan tetap sampai kepada masyarakat dan menjamin keselamatan petugas yang menjalankannya.