JAKARTA, tabloidnusantara. Suara roda di rel terdengar lagi. Kamis sore (28/8), LRT Jakarta memulai langkah besarnya. Untuk pertama kali, kereta melaju dari Kelapa Gading hingga Manggarai, lalu kembali lagi.
Uji coba ini bukan sekadar jalan-jalan perdana. Bagi PT Jakarta Propertindo atau Jakpro, ini ujian kesiapan. Dari masinis, petugas stasiun, kebersihan, sampai pintu akses. Semuanya dicek langsung di lapangan bersama Dinas Perhubungan DKI dan awak media.
Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin menyebut uji coba ini penting untuk memastikan layanan benar-benar siap pakai.
“Kami ingin memastikan SDM, fasilitas, sampai detail terkecil di stasiun sudah sesuai standar. Pada saat yang sama ini juga momentum membangun kesadaran masyarakat bahwa konektivitas transportasi publik Jakarta makin terintegrasi,” ujarnya.
Kereta pertama diberangkatkan pukul 14.55 WIB dari Stasiun Kelapa Gading. Rutenya memotong Jakarta dari utara ke pusat. Melewati Boulevard Utara, Pulomas, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, lalu berhenti di Manggarai.
Dalam uji coba perdana ini LRT dioperasikan dua kali pulang-pergi dengan dua trainset. Kecepatan dibatasi maksimal 40 km/jam. Kapasitasnya juga masih dibatasi, hanya 100 penumpang per perjalanan.
Selama 28 menit perjalanan, penumpang bisa melihat wajah baru Jakarta. Dari kawasan hunian padat di Kelapa Gading, melintas ke area olahraga Velodrome, lalu masuk ke koridor pendidikan dan perkantoran di Pramuka dan Matraman, hingga berakhir di simpul transportasi terbesar di Manggarai.
Uji coba ini juga jadi ajang Jakpro menyempurnakan fasilitas. Tim menyisir akses masuk stasiun agar lebih mudah dijangkau pejalan kaki. Area peron dan jalur bawah dibersihkan. Detail arsitektur diperhalus agar ramah untuk lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.
“Kami ingin pengalaman naik LRT ini aman, nyaman, dan inklusif untuk semua orang. Bukan hanya cepat, tapi juga layak,” kata Iwan.
Lintasan baru ini membentang sepanjang 12,2 kilometer dan melayani sebelas stasiun. Dari Kelapa Gading di Jakarta Utara, menembus Jakarta Timur, lalu finish di Manggarai, Jakarta Selatan.
Artinya, untuk pertama kali LRT Jakarta menghubungkan tiga wilayah kota sekaligus dalam satu tarikan napas.
Pemilihan Manggarai sebagai stasiun akhir bukan tanpa alasan. Stasiun ini adalah titik temu KRL, bus TransJakarta, dan nantinya kereta bandara.
Dengan hadirnya LRT, warga Kelapa Gading yang biasanya harus berganti-ganti moda dan terjebak macet di koridor tengah, kini punya opsi baru. Turun di Manggarai, langsung bisa lanjut ke mana saja.
“Ini alternatif perjalanan yang lebih mudah dan efisien. Sekaligus memperkuat integrasi antar moda yang sudah lama kita dorong,” tambah Iwan.
Uji coba akan terus dilakukan hingga semua aspek layanan dinyatakan layak. Jika berjalan lancar, masyarakat Jakarta Utara, Timur, dan Selatan akan segera merasakan perjalanan 28 menit tanpa macet, dari rumah ke pusat aktivitas kota.
Untuk pertama kalinya, rel LRT benar-benar menyambungkan Jakarta.
