GARUT, tabloidnusantara. Sepi di pesisir selatan Garut berubah menjadi tragedi. Seorang kakek bernama Eman Sutaryat, 74 tahun, ditemukan tewas bersimbah darah di tepi jalan. Nyawanya direnggut bukan oleh ombak atau kecelakaan, melainkan oleh hantaman batu seberat sekitar 25 kilogram yang diangkat oleh seorang pria mabuk.
Pelaku adalah AS, 28 tahun. Berdasarkan keterangan Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra, pembunuhan itu terjadi pada Selasa, 1 September, sekitar pagi hari.
Sebelum beraksi, AS disebut telah meneguk dua botol minuman keras dan menelan 25 butir obat keras tertentu. Kondisi itulah yang membuatnya kehilangan kendali saat berada di lokasi kejadian.
Pertemuan maut itu bermula dari sebuah teguran. Eman yang melihat AS mabuk di tempat umum menghampiri dan mengingatkan agar tidak mabuk di area tersebut.
Alih-alih mengindahkan, teguran sederhana itu justru memantik amarah. Dalam kondisi mabuk, AS langsung mengangkat bongkahan batu besar di dekatnya dan menghantamkannya ke bagian belakang kepala Eman.
Korban langsung terkapar dan meninggal di tempat. Tim kepolisian yang datang kemudian mengevakuasi jasad Eman untuk diautopsi. Hasilnya menguatkan dugaan awal.
Tengkorak korban pecah akibat benturan keras di kepala belakang. Polisi juga melakukan uji laboratorium terhadap noda darah yang menempel di batu. Hasilnya identik dengan darah Eman.
“Kami sudah memeriksa saksi yang melihat kejadian tersebut. Dari pengakuan tersangka juga sudah kami dalami,” kata AKBP Niko, Jumat, (11/9).
Kini AS telah diamankan. Polisi masih mendalami motif lebih lanjut serta asal obat keras yang dikonsumsi pelaku sebelum pembunuhan.
Kasus ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga Eman. Seorang lansia yang hanya ingin menegur demi ketertiban justru harus kehilangan nyawa dengan cara yang keji di tanah kelahirannya sendiri.
