JAYAWIJAYA, tabloidnusantara. Dedikasi untuk melayani masyarakat di daerah terpencil Papua kembali dibayar mahal dengan nyawa. Suasana tenang di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, mendadak berubah menjadi mencekam saat rentetan tembakan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) mengudara pada Rabu (9/9/2026) sore.
Penyerangan yang terjadi sekitar pukul 15.35 WIT tersebut menargetkan rombongan pegawai dari Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Tiga orang pengabdi masyarakat tewas, sementara satu pegawai lainnya mengalami luka-luka.
Aksi tersebut merenggut nyawa Aprida Rafi (49), Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, dan Drh. Alfan Mehan (34), dokter hewan yang berdedikasi mendampingi program peternakan di wilayah tersebut. Keduanya meninggal dunia akibat luka tembak serius.
Korban lainnya, Wilimbuik (26), seorang staf wanita di Dinas Pertanian, yang sebelumnya ditemukan dalam kondisi kritis, juga dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.
Ketegangan membuncah tak lama setelah laporan aksi penembakan diterima pihak kepolisian. Kapolres Jayawijaya memimpin langsung personel gabungan menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna merespons situasi tersebut.
Pada pukul 16.00 WIT, rombongan personel Polres Lanny Jaya yang tengah melintas di lokasi langsung melakukan evakuasi para korban menggunakan armada kepolisian menuju RSUD Wamena.
Pada pukul 16.13 WIT, situasi kembali memanas di sekitar area Puskesmas Muliama. Pasukan Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) di bawah pimpinan AKP Budi Basra bergerak menyisir area semak dan perbukitan guna mengamankan lokasi serta melacak keberadaan para pelaku penembakan.
Iring-iringan kendaraan evakuasi tiba di RSUD Wamena sekitar pukul 16.30 WIT. Tim medis langsung melakukan penanganan terhadap korban yang terluka, sementara jenazah Aprida Rafi, Drh. Alfan Mehan, dan Wilimbuik ditangani sesuai prosedur.
Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan gabungan TNI-Polri telah memperketat pengamanan di area perkotaan hingga perbatasan distrik, serta menempatkan personel siaga di wilayah Distrik Muliama guna mengejar kelompok KKB dan menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Jayawijaya.
