Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
HEADLINE

KEBAKARAN LANDA DAPUR RSSA MALANG, 45 PASIEN ANAK DIEVAKUASI

MALANG, tabloidnusantara. Suasana tenang di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar pecah Rabu sore. Kepulan asap hitam membumbung dari sisi selatan rumah sakit, tepatnya dari Ruang Instalasi Gizi dan ruang penatu. Kobaran api pertama kali terlihat sekitar pukul 14.50 WIB.

Diduga api berasal dari korsleting listrik di bagian atap dapur. Material di dalamnya mempercepat rambatan. Ada peralatan masak, bahan makanan, serta tumpukan selimut dan seprai di ruang laundry yang sama-sama mudah terbakar.

Dalam waktu singkat api melahap area seluas sekitar 300 meter persegi. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp900 juta.

Tim UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang datang tujuh menit setelah laporan masuk. Lima unit kendaraan dikerahkan, 20 personel bergerak memadamkan api yang sudah menjalar ke plafon hingga sebagian atap kayu roboh. Baru sekitar pukul 16.30 WIB api dinyatakan padam.

Sebelum damkar tiba, tim K3 internal RSSA sudah bergerak lebih dulu. Mereka menyemprotkan APAR dan memulai evakuasi.

Kesigapan itu mendapat apresiasi dari Kepala UPT PMK Kota Malang Pandu Rizki Darmawan. “Kalau tidak ada mereka mungkin hingga petang belum selesai. Mereka sigap dan terlatih,” katanya.

Langkah cepat itu menyelamatkan nyawa. Tidak ada korban jiwa maupun luka. Namun dampak asap cukup serius bagi pasien anak. Direktur RSSA Malang dr. Mochamad Bachtiar Budianto memastikan 45 pasien dari ruang rawat inap anak langsung dipindahkan ke Grand Paviliun lantai 2. Pemindahan dilakukan untuk menghindari risiko keracunan karbon monoksida.

“Karena asap masih tersisa, kami butuh satu hingga dua hari untuk pembersihan total. Sementara pasien anak dirawat di fasilitas yang lebih aman,” jelas Bachtiar.

Untuk mengantisipasi trauma, tim psikiater dan psikolog diterjunkan melakukan skrining serta pendampingan fisik dan psikis pada anak-anak. Sementara pasien di ruang rawat inap wanita sudah kembali ke ruangan semula sejak pukul 16.00 WIB.

Kebakaran juga melumpuhkan dapur utama rumah sakit. Garis polisi dipasang di lokasi untuk kepentingan olah TKP dan identifikasi INAFIS Polresta Malang Kota. Selama proses perbaikan, RSSA menggandeng jasa katering pihak ketiga agar pasokan makanan pasien tetap terjaga higienitas dan nutrisinya.

Bachtiar memperkirakan pemulihan dapur gizi memakan waktu sekitar dua bulan. Perbaikan mencakup asesmen kekuatan konstruksi atap, rekondisi peralatan yang rusak tertimpa reruntuhan, hingga sertifikasi ulang kelayakan operasional.

Humas RSSA Syamsul Bakhri menegaskan pelayanan inti rumah sakit tetap berjalan normal. IGD, rawat inap, dan rawat jalan tidak terganggu.

Penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan polisi. Yang jelas, insiden ini menguji kesiapsiagaan rumah sakit rujukan terbesar di Malang. Antara menyelamatkan pasien, menjaga layanan, dan membangun kembali dapur yang menjadi urat nadi gizi ribuan pasien setiap hari.