PATI, tabloidnusantara. Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Rabu siang mendadak ramai oleh evakuasi siswa. Ratusan pelajar dari MTs Negeri 3 Pati dan SMP Negeri 1 Gembong dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah mengeluhkan mual dan diare beberapa saat usai menyantap makanan bergizi gratis.
Di MTs Negeri 3 Pati, gejala yang sama dialami oleh sebagian besar siswa kelas delapan dan kelas sembilan. Kepala sekolah Zaenal Arifin menyebut dari total siswa di sekolahnya, ada 127 anak yang terdampak.
Jumlah guru yang ikut mengalami keluhan mencapai 30 orang. Kelas tujuh luput dari kejadian karena saat itu sedang mengikuti lomba daring di luar kelas sehingga tidak ikut menyantap menu yang sama.
Menu yang dibagikan pada hari itu terdiri dari nasi bakar yang diisi ayam suwir dan lauk tempe. Tidak lama setelah makan, satu per satu siswa mulai merasakan tidak nyaman pada perut. Pihak sekolah kemudian membawa mereka ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.
Kondisi serupa juga terjadi di SMP Negeri 1 Gembong. Kepala sekolah Istiana mencatat 103 siswa dari kelas tujuh, delapan dan sembilan mengalami mual dan diare. Selain itu 13 guru juga merasakan keluhan yang sama.
Awalnya para siswa dibawa ke puskesmas terdekat. Namun karena jumlah pasien membludak dan kapasitas puskesmas tidak mencukupi, evakuasi dilanjutkan ke RS KSH dan RS Mitra Bangsa.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Luky Pratugas Narimo membenarkan adanya laporan dugaan keracunan yang menimpa dua sekolah tersebut.
Ia menyebut pihaknya saat ini masih mengumpulkan data secara menyeluruh melalui sinkronisasi dengan rumah sakit rujukan, termasuk RSUD Soewondo, RS Mitra Bangsa dan RS KSH.
Menurutnya jumlah korban masih bersifat dinamis sehingga belum dapat dipastikan secara final.
Hingga berita ini ditulis, Dinkes Pati belum menyimpulkan penyebab pasti dugaan keracunan.
Penyelidikan terhadap bahan makanan, proses distribusi dan sanitasi MBG di wilayah Gembong masih berlangsung untuk memastikan sumber masalah sebelum mengambil langkah lanjutan.
