Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

PENAMPAKAN SUNGAI KAPUAS MENGERING, KALIMANTAN SEPERTI MILIKI GURUN PASIR

KALIMANTAN, tabloidnusantara. Pemandangan yang biasanya hanya bisa ditemukan di gurun kini muncul di jantung Kalimantan. Sungai Kapuas, urat nadi terpanjang di Indonesia, terlihat menyusut drastis hingga menyisakan hamparan pasir luas yang retak dan berdebu.

Air yang dulu mengalir deras kini hilang, menyisakan daratan cokelat sejauh mata memandang seperti di foto yang beredar luas.

Sungai Kapuas alami kekeringan. Warga memanfaatkan untuk bersantai dan jalan-jalan.

Kondisi ini bukan kejadian sesaat. Kemarau panjang yang melanda sejak pertengahan tahun diperparah oleh dampak El Nino membuat sejumlah sungai utama di Kalimantan kehilangan debitnya secara ekstrem. Di beberapa titik, dasar sungai yang biasanya tertutup air berubah menjadi padang pasir mini dengan gundukan pasir yang terbentuk oleh angin.

Bagi warga bantaran Kapuas, perubahan ini terasa langsung. Aktivitas transportasi air lumpuh karena kapal tak lagi bisa melintas. Nelayan kehilangan tempat mencari ikan. Sumur-sumur di sekitar bantaran ikut mengering, sementara kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan menambah berat kondisi udara.

Anak-anak sedang bermain di hamparan pasir sungai Kapuas.

Para ahli menyebut El Nino tahun ini menekan curah hujan di Kalimantan hingga jauh di bawah normal. Ketika hujan tak turun berbulan-bulan, sungai besar yang selama ini menjadi penopang kehidupan masyarakat pun tak sanggup bertahan. Yang tersisa hanyalah dasar sungai yang menganga, merekam betapa rapuhnya ekosistem saat iklim tak bersahabat.

Pemerintah daerah bersama BNPB dan instansi terkait terus memantau titik-titik kritis. Upaya distribusi air bersih dan antisipasi karhutla diperkuat, mengingat tanah yang kering dan luasnya area terbuka di dasar sungai membuat api lebih mudah menyebar.

Pemandangan Sungai Kapuas yang berubah bak gurun adalah pengingat keras. Ketika iklim berubah, sungai yang dulu dianggap tak akan pernah kering bisa kehilangan napasnya. Dan ketika sungai mati, kehidupan di sepanjang tepinya ikut tercekik.