Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

POLDA JABAR TERJUNKAN TIM BANTU PENCARIAN JURNALIS HILANG

JAKARTA, tabloidnusantara. Sebuah speedboat yang membawa rombongan jurnalis untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau dinyatakan hilang kontak sejak Senin sore, 7 September, dan hingga Selasa malam keberadaannya belum ditemukan.

Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi Hengki membenarkan kabar tersebut setelah berkomunikasi langsung dengan Direktur Utama LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar di Jakarta. Menurut Hengki, kapal berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pukul 14.00 WIB dengan tujuan meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Kontak terakhir terjadi pukul 14.42 WIB ketika salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi kepada rekan di Lampung. Empat puluh dua menit kemudian, tepat pukul 15.04 WIB, komunikasi terputus di koordinat yang diduga 6°14’40.52″LS dan 105°40’49.48″BT.

“Tim sudah mulai melakukan pencarian dari Polair kita bersama Basarnas, sama tim terpadu dari penanggulangan bencana, semua sudah membantu mencari itu,” ujar Hengki Selasa malam.

Namun pencarian terpaksa dihentikan menjelang malam. Direktur Polairud Polda Banten Komisaris Besar Polisi Eko Hartanto menjelaskan jarak pandang saat itu hanya sekitar satu mil, gelombang tinggi, dan angin kencang ditambah aktivitas erupsi membuat situasi di perairan terlalu berisiko.

Tim yang sudah menyisir hingga radius delapan mil dari Pantai Carita akhirnya memutuskan kembali bersandar.

Upaya pencarian melibatkan unsur lengkap. Dari Ditpolairud Polda Banten, Korpolairud Baharkam Polri, Basarnas, TNI, hingga tim terpadu penanggulangan bencana dikerahkan sejak Senin.

Kantor SAR Banten mencatat tim sudah menjangkau Pulau Krakatau dan Pulau Panjang pada Selasa hingga pukul 18.15 WIB, namun hasilnya masih nihil.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan operasi akan dilanjutkan Rabu pagi, 9 September, dengan memperluas area penyisiran. Kapal KN SAR Tatuka berukuran sekitar 40 meter akan diterjunkan bersama Rigid Inflatable Boat karena dinilai lebih memadai menghadapi kondisi laut yang masih labil.

“Untuk rencana besok tetap nanti kita memperluas area pencarian karena hari ini kita mempelajari rute dari Carita sampai dengan Anak Gunung Krakatau,” kata Al Amrad.

Basarnas mencatat sedikitnya tujuh orang berada di dalam kapal tersebut. Nama-nama yang sudah teridentifikasi adalah M Bagus Khoirunnas, pewarta foto LKBN ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan pewarta lepas. Dua orang lainnya masih dalam proses pendataan.

Hengki menegaskan seluruh unsur akan bahu-membahu melanjutkan pencarian begitu kondisi memungkinkan. Ia juga meminta masyarakat dan rekan media segera mengoordinasikan setiap informasi baru agar tim bisa bergerak berdasarkan data yang akurat.

Hingga berita ini diturunkan, keluarga, redaksi, dan tim gabungan masih menunggu kabar. Laut Selat Sunda yang sejak Senin sore murka, kini menjadi satu-satunya saksi terakhir perjalanan rombongan jurnalis yang berangkat untuk merekam letusan, dan belum kembali.