CIREBON, tabloidnusantara. Publik dikejutkan oleh temuan ratusan karung beras bantuan pangan yang menumpuk di sebuah rumah di Desa Ambit, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon. Total ada 196 karung yang diamankan. Dengan isi 10 kilogram per karung, jumlah beras yang ditemukan mencapai sekitar 1,96 ton.
Beras sebanyak itu kini sudah berada di tangan jajaran Polsek Waled untuk kepentingan penyelidikan. Rumah tempat penyimpanan disebut-sebut milik seorang pengepul. Hingga Senin 7 September 2026, aparat masih bekerja mengumpulkan keterangan dan bukti di lokasi.
Asal-usul beras tersebut masih menjadi tanda tanya besar. Penyidik belum merinci bagaimana bantuan pangan pemerintah bisa berada di rumah warga. Rantai distribusinya kini ditelusuri mulai dari sumber, tujuan awal penyaluran, hingga alasan penumpukan di satu titik.
Kabid Ketersediaan, Kerawanan dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan DKPP Kabupaten Cirebon, Moch. Muslih, mengaku baru mengetahui informasi ini dari pemberitaan media.
Ia menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Polsek Waled dan mendapat konfirmasi bahwa perkara masih dalam proses penyelidikan.
Menurut Muslih, DKPP belum bisa menyimpulkan apakah kejadian ini termasuk penimbunan atau bentuk penyimpangan distribusi lainnya. Ia hanya menegaskan bahwa tugas DKPP adalah memastikan kualitas serta kuantitas beras bantuan pangan sebelum sampai ke tangan masyarakat penerima manfaat.
Temuan ini menjadi sorotan karena bantuan pangan merupakan program pemerintah untuk menstabilkan harga dan membantu warga yang membutuhkan. Setiap hambatan atau penyimpangan dalam distribusinya berpotensi mengganggu hak penerima.
Saat ini seluruh barang bukti masih berada di Polsek Waled. Polisi menyatakan akan mendalami dokumen pengadaan, surat jalan, dan keterangan pihak-pihak terkait guna memastikan tidak ada pelanggaran. Sampai berita ini diturunkan belum ada tersangka yang ditetapkan.
Kasus di Desa Ambit menambah catatan pengawasan distribusi bantuan pangan di Jawa Barat. Warga Waled kini menunggu kejelasan dari hasil penyelidikan. Apakah beras itu memang tersasar dalam penyaluran, sengaja ditahan, atau ada pihak yang mencoba mengambil keuntungan.
