Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
PEMERINTAH

ASAP KARHUTLA PEKAT, PEMKOT PEKANBARU PINDAHKAN PAUD HINGGA SMP KE PEMBELAJARAN JARAK JAUH

PEKANBARU, tabloidnusantara. Langit Pekanbaru kembali diselimuti kabut asap. Menyusul memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan, Pemerintah Kota memutuskan seluruh peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP menjalani Pembelajaran Jarak Jauh selama dua hari ke depan.

Keputusan itu disampaikan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho pada Minggu. Menurutnya, keselamatan anak menjadi pertimbangan utama di tengah kondisi udara yang tidak sehat.

“Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu,” kata Agung.

PJJ akan berlangsung pada Senin dan Selasa. Agung menegaskan anak-anak tidak diliburkan. Proses belajar tetap berjalan, hanya saja dilakukan dari rumah secara daring agar tidak terpapar langsung polusi.

Langkah ini bukan diambil secara sembarangan. Pemkot dalam beberapa hari terakhir terus memantau data dari BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup. Hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara menunjukkan konsentrasi PM2,5 pada malam hari mencapai angka yang masuk kategori tidak sehat.

Selain data, pertimbangan juga datang dari Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dokter spesialis paru dr. Indra Yovi menyampaikan adanya peningkatan kasus ISPA di fasilitas kesehatan, termasuk pada anak-anak. Kelompok anak, lansia, dan warga dengan penyakit penyerta disebut paling rentan terdampak.

“Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil,” jelas Agung.

“Atas pertimbangan kesehatan itu, untuk satu sampai dua hari ini kita kurangi dulu paparan terhadap anak-anak. Mereka bukan diliburkan. Anak-anak tetap mendapatkan layanan pendidikan, hanya sementara dilakukan melalui sistem daring dari rumah,” tambahnya.

Agung memastikan saat ini tidak ada titik api di wilayah Kota Pekanbaru. Namun arah angin bisa sewaktu-waktu membawa asap dari daerah lain sehingga kualitas udara bisa berubah cepat. Pemkot bersama BMKG dan DLH akan terus memperbarui pemantauan.

Ada secercah harapan. Berdasarkan prakiraan BMKG, peluang hujan diprediksi muncul dalam beberapa hari mendatang di sejumlah wilayah Riau termasuk Pekanbaru. Pemkot juga mendorong upaya teknologi modifikasi cuaca agar hujan dapat merata dan membantu membersihkan udara.

Sementara itu, kegiatan ekonomi dan pelayanan publik dipastikan tetap berjalan seperti biasa.

“Ini tentu menjadi harapan kita. Tanggal 8, 9 dan 10 September ada peluang hujan di Riau, termasuk Pekanbaru. Kita berharap hujannya semakin merata sehingga kualitas udara kita segera membaik,” kata Agung.

Pemkot mengimbau orang tua tetap memantau informasi resmi dan membatasi aktivitas anak di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik.