Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

ABU VULKANIK ANAK KRAKATAU SUDAH SAMPAI JAKARTA, PRAMONO ANUNG IMBAU WARGA LAKUKAN 5M

JAKARTA, tabloidnusantara. Debu tipis berwarna kelabu mulai terasa di beberapa wilayah Jakarta pada Minggu. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta warga tidak menganggap remeh dampaknya dan segera melindungi diri.

“Bila wilayahnya mulai terdampak abu vulkanik, lakukan 5M,” kata Pramono dalam siaran resmi di Jakarta.

Langkah pertama yang ditekankan Pramono adalah memakai masker atau pelindung wajah setiap kali keluar rumah. Abu vulkanik mengandung partikel silika yang tajam dan berbahaya jika terhirup langsung, terutama bagi anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.

Berikutnya, warga diminta menutup rapat pintu, jendela, serta menutup sumber air seperti toren dan penampungan agar abu tidak masuk dan mencemari. Saat konsentrasi abu di udara sedang pekat, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dibatasi terlebih dahulu.

Pramono juga mengingatkan cara membersihkan endapan abu yang menempel di halaman, kendaraan, atau atap. Jangan langsung menyapu kering karena partikelnya akan beterbangan lagi. Basahi terlebih dahulu, baru kemudian dibersihkan perlahan.

Langkah terakhir, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat apabila muncul sesak napas, batuk berkepanjangan, iritasi mata, atau penglihatan mendadak memburuk.

Gubernur menjelaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, BMKG, Badan Geologi Kementerian ESDM, dan BPBD. Pemantauan dilakukan setiap jam untuk melihat pergerakan awan abu dan arah angin.

“Seperti diketahui, saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada level tiga atau siaga. Saat ini abu vulkanik Anak Krakatau telah menyebar ke beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di antaranya di Jakarta,” ujarnya.

Menurut Pramono, ke mana abu akan bergerak sangat bergantung pada arah dan kecepatan angin. Karena itu data dari BMKG dan Badan Geologi menjadi acuan utama dalam menentukan wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih.

Di tengah situasi ini, Pramono mengimbau warga Jakarta untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial. Ia meminta masyarakat hanya merujuk pada kanal resmi pemerintah, BMKG, Badan Geologi Kementerian ESDM, dan BPBD.

“Dalam kesempatan yang seperti ini, kami meminta warga Jakarta untuk memantau informasi dari kanal resmi pemerintah pusat, BMKG, Badan Geologi Kementerian ESDM, BPBD, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dengan baik,” katanya.

Status Gunung Anak Krakatau saat ini masih siaga. Hingga abu benar-benar bersih dari langit Jakarta, kewaspadaan dan perlindungan diri menjadi kunci agar dampak kesehatan bisa ditekan seminimal mungkin.