TANGERANG, tabloidnusantara. Kementerian Perhubungan melalui NOTAM Nomor A3341/26 menutup Bandara Soekarno-Hatta mulai pukul 01.30 WIB hingga 05.30 WIB. Keputusan itu diambil setelah paper test yang dilakukan antara pukul 00.35 WIB sampai 01.05 WIB menunjukkan indikasi positif sebaran abu di area bandara.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menegaskan keselamatan penerbangan menjadi alasan utama.
“Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional, salah satunya adalah penyesuaian jadwal penerbangan yang dilakukan oleh maskapai. Penyesuaian operasional penerbangan akan terus dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan,” ujarnya di Jakarta.
Dampaknya langsung terasa. Berdasarkan data monitoring per 5 September 2026 pukul 22.00 WIB, sebanyak 33 penerbangan di Soekarno-Hatta terganggu.
Untuk penerbangan internasional, belasan jadwal terpaksa dibatalkan, beberapa lainnya ditunda, dan sebagian dijadwalkan ulang. Rute yang paling banyak terseret adalah tujuan dan asal Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul Incheon, Doha, Amsterdam, serta Kuala Lumpur.
Sementara di jalur domestik, gangguan juga terjadi pada penerbangan dari dan menuju Lampung, serta penerbangan menuju Denpasar dan Surabaya. Satu penerbangan domestik bahkan harus dialihkan ke bandara lain.
Penutupan selama empat jam itu tidak hanya menghentikan lepas landas dan pendaratan. Ditjen Perhubungan Udara mengingatkan ada potensi efek berantai sepanjang hari Minggu. Rotasi pesawat tertahan, ketersediaan armada bergeser, jadwal lanjutan ikut mundur, dan kepadatan di terminal diprediksi meningkat saat operasional kembali normal.
Karena itu Kemenhub meminta calon penumpang yang akan terbang dari dan ke Soekarno-Hatta untuk terus memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing dan menyesuaikan waktu perjalanan. Perubahan bisa terjadi sewaktu-waktu tergantung hasil pemantauan di lapangan.
Saat ini Ditjen Perhubungan Udara masih berkoordinasi intensif dengan operator penerbangan, pengelola bandara, penyedia layanan navigasi penerbangan, dan BMKG untuk memantau pergerakan abu vulkanik. Setiap perkembangan signifikan terkait operasional di Bandara Soekarno-Hatta akan segera disampaikan kepada publik.
