AGAM, tabloidnusantara. Kepulan asap tebal mengejutkan warga Jorong Palupuah, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam pada Kamis (3/9).
Sekitar pukul 14.27 WIB sebuah rumah permanen berukuran 15 kali 20 meter dilalap api hingga rata dengan tanah. Tidak hanya bangunan, satu unit mobil milik penghuni rumah juga ikut terbakar dan tidak dapat diselamatkan.
Di dalam rumah tersebut tinggal dua kepala keluarga. Kasman, 62 tahun, seorang petani yang sehari-hari tinggal bersama satu anggota keluarga, harus kehilangan seluruh harta bendanya.
Nasib serupa dialami Agustar Rennol Syahputra, 30 tahun, wiraswasta yang tinggal bersama tiga anggota keluarganya. Perabot, dokumen, dan seluruh isi rumah ludes bersama kobaran api.
Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Agam, Fauzi, mengatakan laporan warga langsung ditindaklanjuti begitu masuk ke posko.
“Begitu informasi kami terima, personel langsung dikerahkan ke lokasi kejadian dan proses pemadaman berlangsung sekitar 60 menit,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Untuk menjinakkan si jago merah, tim gabungan mengerahkan lima kendaraan. Dua armada datang dari Pos Sungai Tanang, satu dari Pos Biaro, ditambah satu armada bantuan dari Kota Bukittinggi dan satu unit mobil ranger.
Upaya pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga situasi benar-benar aman, dan seluruh armada baru kembali ke posko sekitar pukul 16.00 WIB.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Belum diketahui apakah api berasal dari hubungan arus pendek, kelalaian, atau faktor lain.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi dua keluarga yang kini kehilangan tempat tinggal. Warga sekitar bersama perangkat nagari tengah berkoordinasi untuk membantu kebutuhan dasar para korban sementara menunggu hasil pendataan lebih lanjut dari pemerintah daerah.
