Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
HANKAM

VBBS BERSAMA US NAVY, KOPASKA ASAH TARING DI SUPER GUARD SHIELD

JAKARTA, tabloidnusantara. Dermaga IKT Tanjung Priok menjadi panggung latihan tempur laut ketika prajurit Komando Pasukan Katak TNI AL dan US Navy menjalankan simulasi operasi militer bersama dalam rangkaian Latihan Gabungan Bersama Super Garuda Shield ke-V 2026 pada Rabu 2 September.

Berdasarkan siaran pers resmi Mabes TNI yang dirilis Kamis, latihan ini dirancang bukan sekadar unjuk kemampuan. Tujuannya ganda. Di satu sisi mengasah kesiapan tempur personel, di sisi lain memperkuat hubungan diplomasi pertahanan antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Materi utama yang diuji adalah Visit, Board, Search, and Seizure atau VBSS, yang dikenal juga sebagai ship boarding. Dalam skenario ini, tim Kopaska dan US Navy dilatih mengejar kapal yang dicurigai, menaikinya, melakukan penggeledahan, hingga menyita barang bukti. Materi ini menjadi salah satu kompetensi inti pasukan khusus angkatan laut dalam menghadapi ancaman pembajakan, penyelundupan, dan terorisme di laut.

Selain VBSS, para prajurit juga menjalani Close Quarter Battle. Materi ini melatih kemampuan bertempur jarak dekat di ruang terbatas, seperti di dalam kapal maupun saat penggeledahan bangunan di wilayah perkotaan. Fokusnya ada pada kecepatan, koordinasi, dan pengambilan keputusan di bawah tekanan.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar. Dalam prosesnya, Kopaska dan US Navy menyelaraskan prosedur operasi, komunikasi radio, formasi pergerakan, hingga teknik penyerbuan dengan mengacu pada standar operasi khusus yang telah disepakati kedua pihak. Penyamaan pola ini penting agar kedua pasukan bisa bergerak sebagai satu tim ketika menghadapi situasi nyata.

Bagi TNI, latihan semacam ini menjadi investasi langsung bagi kemampuan pengawasan dan pertahanan laut Indonesia. Dengan jam terbang bersama negara mitra, diharapkan interoperabilitas semakin kuat sehingga respon terhadap ancaman maritim bisa lebih cepat dan terukur.

Super Garuda Shield tahun ini memang digelar lebih besar. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyampaikan latihan tahunan ini berlangsung dari 31 Agustus hingga 11 September 2026 di sejumlah titik, mulai dari Bandung, Jakarta, Lampung, Pusat Latihan Tempur TNI AD Baturaja di Sumatera Selatan, hingga Nunukan di Kalimantan Utara. Puncaknya akan ditutup di Jakarta pada 11 September.

Tercatat 4.743 personel dari 21 negara ikut ambil bagian. Selain Indonesia dan Amerika Serikat, hadir pula Australia, Belanda, Brasil, Brunei Darussalam, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Selandia Baru, Prancis, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.

Dengan skala dan materi yang diujikan tahun ini, Super Garuda Shield tidak hanya menjadi ajang latihan. Ia sekaligus menjadi pesan bahwa kemitraan strategis di bidang keamanan maritim terus dijaga, diuji, dan ditingkatkan agar kawasan tetap stabil di tengah dinamika geopolitik yang kian kompleks.