AGAM, tabloidnusantara. Diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG), sebanyak 237 siswa dan guru di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengeluhkan sakit perut, pusing dan mual-mual.
Jumlah tersebut merupakan data sementara yang dihimpun dari Puskesmas Palupuh dan 13 puskesmas pembantu (pustu) di sekitar Kecamatan Palupuh.
Jumlah korban masih memungkinkan bertambah karena ada warga yang diduga mengalami gejala, tetapi memilih berobat sendiri.
Sebab, ada 2.618 penerima manfaat MBG di Palupuh.
Para korban mengalami sejumlah keluhan, seperti sakit perut, mual-mual, dan pusing.
Keluhan tersebut muncul setelah mereka menyantap menu MBG pada Selasa (1/9).
Sekretaris Daerah Agam mengatakan, dugaan awal mengarah pada makanan MBG. Sebab, orang-orang yang mengalami keluhan diketahui mengonsumsi MBG pada hari sebelumnya.
“Identifikasi awal dari MBG. Semua yang mengeluh mengonsumsi MBG kemarin,” kata Sekda Agam kepada Kompas.com di Puskesmas Palupuh, Rabu (2/9).
Ia mengatakan, pemerintah daerah masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan massal.
“Terhadap peristiwa ini, kami lakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti keracunan massal ini,” ujarnya.
Korban berasal dari sejumlah jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.
Beberapa guru juga mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan tersebut. Di antaranya ada SDN 08 Nan Limo, SMPN 1, dan SMPN 2 Palupuh.
Dari ratusan orang yang mengalami keluhan, dua siswa harus dirujuk ke rumah sakit di Kota Bukittinggi. Keduanya masing-masing dirujuk ke RSUD Bukittinggi dan Rumah Sakit TNI AD Tingkat IV Bukittinggi.
