JAKARTA, tabloidnusantara. Badan Gizi Nasional tidak main-main menindak kasus keracunan massal di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo.
Rabu ini BGN resmi menjatuhkan sanksi suspend berat 30 hari kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG Sidoarjo Talangangin Kalitengah, sekaligus mengusulkan pencopotan kepala SPPG terkait.
Keputusan itu diumumkan Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana di Jakarta. Menurutnya, langkah tegas diperlukan karena insiden ini menimpa 512 penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis dalam satu waktu.
Data investigasi terakhir BGN mencatat 312 santri sudah dipulangkan dan dinyatakan sembuh, sekitar 80 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, dan 120 lainnya masih dalam masa observasi.
“Kami fokus menyelamatkan kesehatan anak-anak kita di beberapa rumah sakit. Ini yang kami utamakan,” kata Ketut.
Ia menambahkan Kepala BGN Sudaryono sudah berkomunikasi intensif dengan kepala daerah dan pimpinan Ponpes Manbaul Hikam untuk memastikan penanganan berjalan cepat.
Di sisi internal, BGN juga menggandeng Dinas Kesehatan untuk mengusut sumber keracunan. Hasil lengkapnya dijanjikan akan diumumkan setelah investigasi selesai.
Di lapangan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengambil alih koordinasi penanganan medis. Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak mendatangi RSUD Notopuro Sidoarjo pada Rabu dini hari untuk mengecek langsung kondisi korban. Emil memastikan tidak ada penanganan yang diseragamkan.
Setiap pasien mendapat perawatan sesuai kondisi medisnya, dan tim rumah sakit tetap siaga penuh.
Hingga pukul 00.30 WIB, sejumlah pasien sudah diperbolehkan pulang setelah dinyatakan membaik oleh tim medis. Meski begitu, rumah sakit belum melonggarkan kewaspadaan karena masih ada puluhan santri yang dirawat dan diobservasi.
Kasus ini menjadi ujian besar bagi program MBG yang baru berjalan. Dengan suspend 30 hari dan usulan pergantian pimpinan SPPG, BGN ingin memberi sinyal bahwa standar keamanan pangan tidak bisa ditawar.
Di saat yang sama, prioritas utama kini tetap satu: memastikan 512 santri yang terdampak pulih sepenuhnya dan bisa kembali ke esantren tanpa trauma.
