Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
PEMERINTAH

AMRAN COPOT 13 PEJABAT KEMENTAN KARENA TERJERAT JUDI ONLINE SECARA PERMANEN

JAKARTA, tabloidnusantara. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tidak memberi ruang kompromi. Senin pagi di Jakarta, usai rapat pimpinan yang dimulai sejak subuh, ia mengumumkan pencopotan permanen terhadap belasan pejabat eselon di lingkungan Kementerian Pertanian yang terbukti terlibat judi online.

Keputusan itu lahir setelah Kementan menerima laporan dugaan keterlibatan sejumlah aparatur, lalu menelusurinya hingga tuntas. Hasil pemeriksaan menunjukkan ada pejabat yang nilai deposit judi daringnya mendekati Rp200 juta. Bagi Amran, angka itu bukan sekadar soal uang, melainkan bukti nyata pelanggaran disiplin yang mencoreng integritas ASN.

“Hari ini kami rapat mulai jam 06.00 pagi tadi. Kemudian pertemuan, ada yang kami tindak pejabat eselonnya. Sebanyak 13 orang kami copot karena tidak disiplin, ikut judi online. Kami copot semua,” tegas Amran dalam jumpa pers.

Ia menegaskan sanksi ini bersifat final. Tidak ada rotasi, tidak ada penempatan ulang. Para pejabat yang dicopot langsung diberhentikan dari jabatannya dan diminta diganti secepatnya agar pelayanan publik tidak terganggu. Inspektorat Jenderal bersama Sekretariat Jenderal ditugaskan menyiapkan pengganti dari 52 ribu pegawai yang ada di Kementan.

Bagi Amran, judi online bertentangan dengan nilai agama, etika pelayanan, dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat. ASN, katanya, harus menjadi teladan. Justru karena itu ia menyebut langkah keras ini sebagai bentuk kepedulian.

“Karena kasihan pada anaknya, kasihan pada istrinya. Masa saya lebih sayang anaknya daripada mereka? Dan itulah bukti cinta saya pada mereka. Ini saya harus pertanggungjawabkan,” ucapnya.

Ia menambahkan sebagian dari pejabat tersebut sebenarnya sudah pernah dibina dan diperingatkan karena pelanggaran serupa. Namun peringatan tidak diindahkan. Pengulangan pelanggaran membuat pencopotan permanen menjadi pilihan terakhir yang tidak bisa ditawar.

Amran juga meluruskan bahwa tindakan ini murni karena judi daring. Tidak ada kaitannya dengan dugaan korupsi. Namun ia menilai perilaku tersebut tetap merusak marwah institusi. Negara menggaji ASN untuk melayani rakyat, bukan untuk duduk di depan layar mengikuti permainan yang menghabiskan uang dan waktu kerja.

“ Saya sebagai bapaknya mereka-mereka, saya harus bina ke jalan yang baik. Bina mereka supaya dia menjadi manusia yang baik, pelayan yang baik, pegawai teladan, ASN teladan. Jadi saya wajib membinanya,” ujarnya.

Dengan pencopotan ini, Amran ingin mengirim pesan tegas ke seluruh jajaran Kementan. Pelanggaran disiplin, sekecil apapun, akan berujung konsekuensi. Dan ketika menyangkut judi online yang kini merajalela di birokrasi, toleransi nol adalah satu-satunya bahasa yang dipahami.