Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

POLISI SELIDIKI SELANG DAMKAR DI POTONG OTK SAAT PADAMKAN KARHUTLA

BITUNG, tabloidnusantara. Di tengah kepulan asap dan teriakan warga, petugas Pemadam Kebakaran Kota Bitung justru harus bertarung dua kali. Satu melawan api di Kelurahan Girian Permai, satu lagi melawan ulah orang tak dikenal yang memotong selang pemadaman sepanjang 30 meter saat proses berlangsung.

Kejadian itu terjadi pada Sabtu 29 Agustus. Petugas sedang fokus mengarahkan air ke sumber api ketika selang utama yang menjadi urat nadi penyemprotan tiba-tiba putus. Pelaku beraksi di sela kesibukan, tanpa menghiraukan risiko yang ditimbulkan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bitung Altin Tumengkol menyebut aksi nekat itu sudah dilaporkan ke Polres Bitung. Bagi Damkar, kehilangan satu bentang selang bukan sekadar kehilangan alat.

Operasi harus dilanjutkan dengan selang cadangan yang ketersediaannya terbatas. Penggantian pun tidak bisa dilakukan secepatnya karena satu unit selang baru dibanderol sekitar Rp 5 juta, angka yang memberatkan anggaran dalam waktu singkat.

“Untuk sementara Damkar memakai selang cadangan, karena selang baru harganya sekitar Rp 5 jutaan sehingga belum bisa dibeli,” ujar Altin pada Selasa (1/9).

Pemerintah Kota berharap polisi segera mengungkap siapa pelaku di balik pemotongan itu. Tindakan tersebut tidak hanya merusak aset daerah, tetapi juga menghambat upaya penyelamatan dan berpotensi memperbesar kerugian warga yang terdampak kebakaran.

Kasat Reskrim Polres Bitung AKP Ahmad Anugrah Ari Pratama membenarkan laporan tersebut telah diterima. Tim penyidik kini tengah bekerja dengan meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian untuk menelusuri identitas pelaku.

Aksi memotong selang saat kebakaran berlangsung adalah bentuk sabotase yang berbahaya. Sedetik keterlambatan air bisa berarti perbedaan antara rumah yang masih bisa diselamatkan dan yang ludes dilalap api.

Polisi kini masih mendalami kasus ini. Sementara itu Damkar Bitung harus bekerja dengan peralatan seadanya, berharap tidak ada lagi tangan-tangan yang sengaja mempersulit mereka saat nyawa dan harta warga sedang dipertaruhkan.