BOGOR, tabloidnusantara. Di Ruang Serbaguna Kota Bogor, Senin sore lalu, suasana haru muncul saat ratusan lulusan SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah menerima kabar yang sudah lama mereka tunggu. Ijazah mereka yang selama ini tertahan karena tunggakan biaya pendidikan akhirnya dilunasi.
Program pelunasan biaya pendidikan atau yang dikenal sebagai tebus ijazah itu kembali digencarkan DPRD bersama Pemerintah Kota Bogor.
Tahun ini bantuan menyasar hampir seribu lulusan dari puluhan sekolah di Kota Bogor. Penyerahan simbolis dilakukan langsung oleh Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Wakil Ketua III DPRD Dadang Iskandar Danubrata, Ketua Komisi IV DPRD Fajar Muhammad Nur, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Herry Karnadi, serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Barat Yudi Rahmat.
Adityawarman menyebut program ini bukan kebijakan sesaat. Menurutnya ini adalah hasil perjuangan panjang DPRD dan Pemkot sejak periode sebelumnya, ketika keluhan siswa yang tidak bisa mengambil ijazah karena terkendala biaya terus mengalir ke kantor dewan.
“Ini program perjuangan panjang DPRD Kota Bogor dan Pemerintah Kota Bogor,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Ia menjelaskan gagasan itu pertama kali masuk pembahasan anggaran pada awal tahun dua ribu dua puluhan. Setelah melalui proses penganggaran di APBD, realisasinya berjalan mulai tahun berikutnya dan terus dilanjutkan hingga sekarang. Pada tahun ini, penerima manfaat berasal dari jenjang SMK yang menjadi kelompok terbesar, disusul SMA dan MA, dengan sebaran di hampir enam puluh sekolah.
Bagi Adityawarman, ijazah bukan sekadar selembar kertas. Dokumen itu adalah pintu untuk melamar kerja dan melanjutkan pendidikan. Karena itu ia berharap program ini tetap dipertahankan meski kondisi anggaran daerah terbatas.
“Kita berharap adik-adik semua bisa jadi tulang punggung yang baik untuk keluarga. Kalau keluarga kita semuanya ekonominya baik, insyaallah Kota Bogor kesejahteraannya akan meningkat,” katanya.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menekankan hal yang sama. Ia meminta momentum penebusan ijazah dijadikan pemicu semangat untuk tidak berhenti belajar. Menurutnya keberlanjutan pendidikan adalah kunci mengubah kondisi ekonomi keluarga.
“Jadikan momentum penebusan ijazah ini sebagai pemantik semangat. Bekerjalah segiat mungkin, buktikan kalian mampu mensejahterakan, dan jangan berhenti belajar,” kata Dedie.
Ia mendorong para lulusan memanfaatkan ijazah yang sudah di tangan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, mulai diploma hingga perguruan tinggi. Dedie juga menyinggung tantangan kapasitas sekolah di Kota Bogor. Setiap tahun jumlah lulusan sekolah dasar cukup besar, sementara daya tampung sekolah negeri belum sepenuhnya mencukupi.
Dengan pelunasan kali ini, Pemkot dan DPRD berharap tidak ada lagi lulusan yang terhenti langkahnya hanya karena ijazah tertahan. Bagi ratusan keluarga di Bogor, dokumen yang dulu terkunci itu kini bisa dipakai untuk mendaftar kerja, kuliah, atau pelatihan, dan membuka jalan baru yang sebelumnya tertutup.
