TIMIKA, tabloidnusantara. Kepolisian Resor (Polres) Mimika menyiagakan 150 personel gabungan serta dua pleton Batalyon B Brimob Polda Papua Tengah guna mengamankan dua gelombang aksi demonstrasi yang berlangsung serentak di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Senin (31/8).
Dua kelompok massa yang menyampaikan aspirasi secara bersamaan tersebut berasal dari Kerukunan Keluarga Besar Jayawijaya (KKBJ) dan Solidaritas Mahasiswa Mimika (SMM) se-Indonesia.
Kesiapsiagaan pengamanan diawali dengan apel gelar pasukan yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Mimika, Kompol Jaihot Limbong, di halaman Kantor DPRK Mimika.
Wakapolres Mimika, Kompol Jaihot Limbong, menegaskan bahwa pengerahan pasukan berskala memadai ini merupakan bentuk pelayanan kepolisian dalam menjamin hak konstitusional warga untuk menyampaikan pendapat secara aman dan damai.
“Pengamanan ini wajib hukumnya bagi kami selaku aparat kepolisian untuk memberikan rasa aman kepada seluruh peserta aksi. Kami mengawal jalannya penyampaian aspirasi sejak massa tiba hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai,” ujar Kompol Jaihot Limbong di Timika.
Aksi massa dari KKBJ berfokus pada tuntutan penanganan hukum atas kasus penganiayaan hingga tewasnya warga mereka di kawasan SP 3. Sementara itu, kelompok SMM se-Indonesia membawa deretan aspirasi terkait penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di wilayah Kabupaten Mimika.
Guna mencegah potensi gesekan antarkelompok maupun gangguan ketertiban umum, Polres Mimika menempatkan titik-titik sekat di sekitar area gedung dewan.
Kepolisian mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif, serta mengimbau seluruh koordinator lapangan dan peserta aksi untuk menjaga ketertiban, menghindari provokasi, dan memastikan penyampaian aspirasi berjalan kondusif.
