Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

WARGA BINAAN LAPAS PALU PANEN KETERAMPILAN DARI LAHAN SAE DI SIGI

PALU, tabloidnusantara. Dari balik jeruji, mereka belajar menanam dan beternak. Sebelas warga binaan pemasyarakatan Lapas Kelas IIA Palu kini menggarap lahan produktif di Sarana Asimilasi dan Edukasi Desa Langaleso, Kabupaten Sigi, sebagai bagian dari pembinaan kemandirian.

Kepala Lapas Palu Makmur mengatakan kegiatan ini sengaja diarahkan ke sektor pertanian dan peternakan agar warga binaan memiliki keterampilan nyata sebelum kembali ke masyarakat.

“Lahan produktif itu kami kembangkan dengan komoditas yang langsung bisa dikonsumsi dan dijual. Ada kangkung, terong, bayam, jagung, cabai, sampai jambu,” ujar Makmur di Palu, Minggu.

Tak hanya bertani, para warga binaan juga memelihara ternak. Saat ini di kawasan SAE terdapat kambing, sapi, dan bebek yang dirawat setiap hari di bawah pendampingan petugas lapas.

Makmur menyebut pemanfaatan lahan di SAE terus diperluas karena hasilnya terbukti. Pada Senin 24 Agustus lalu, warga binaan bersama petugas baru saja memanen jambu sebanyak 15 kilogram dari kebun binaan.

“Bagi kami ini hasil nyata pembinaan kemandirian. Harapannya, ketika mereka bebas nanti sudah punya pengalaman mengelola tanaman dan memelihara hewan ternak,” jelasnya.

Menurut Makmur, model pembinaan berbasis keterampilan seperti di SAE penting untuk memutus mata rantai pengangguran eks-napi. Dengan bekerja langsung di lapangan, warga binaan tidak hanya mengisi masa pidana, tetapi juga menyiapkan masa depan.

“Kami ingin mereka keluar dengan bekal, bukan hanya dengan surat bebas. Pertanian dan peternakan ini salah satu jalannya,” tuturnya.

Pengelolaan SAE di Langaleso menjadi salah satu upaya Lapas Kelas IIA Palu mengubah lahan tidur menjadi ruang belajar. Dari menyemai benih hingga memberi pakan ternak, setiap prosesnya dirancang agar warga binaan keluar dengan tangan yang terampil dan peluang penghidupan yang lebih pasti.