Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

GUBERNUR MELAYAT KERUMAH KORBAN TEWAS KERUSUHAN, WARGA MINTA USUT TUNTAS

JAKARTA, tabloidnusantara. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung datang langsung ke Pejompongan, Jakarta Pusat, Jumat malam untuk melayat ke rumah Bambang Setiawan, korban pengeroyokan yang meninggal dunia.

‎Dalam lawatan sekitar setengah jam itu, Pramono juga menjenguk Faturrohman, pelajar yang terluka dalam peristiwa serupa. Namun saat dicecar awak media, orang nomor satu di Jakarta itu memilih bungkam dan hanya meminta maaf.

‎Pramono tiba di lokasi sekitar pukul 18.40 WIB didampingi Wali Kota Jakarta Pusat Arifin. Rumah duka Bambang berada di gang sempit bantaran rel kereta api yang sejak beberapa hari terakhir dipenuhi duka dan aparat.

‎Di dalam rumah, Pramono menghabiskan waktu menemui keluarga almarhum. Usai itu ia berjalan beberapa langkah ke rumah Faturrohman yang juga berada di gang yang sama. Pelajar itu diketahui masih mendapat perawatan karena luka di bagian kepala.

‎Setelah keluar dari rumah korban, Pramono langsung dikerubungi wartawan. Pertanyaan bertubi-tubi dilontarkan. Mulai dari apa yang disampaikan kepada keluarga, hingga sikap Pemprov DKI menyikapi kembali maraknya aksi pengeroyokan di Pejompongan.

‎Dengan peci hitam di kepala, Pramono hanya membungkuk. Kedua tangannya dirapatkan.

‎”Maaf ya, maaf, mohon maaf,” ucapnya singkat sebelum masuk ke dalam mobil.

‎Sikap itu memicu teriakan dari warga yang sejak awal menunggu. “Usut tuntas, tangkap pelakunya pak!” seru mereka dari belakang rombongan.

‎Permintaan warga itu menggema di gang sempit. Bagi mereka, kehadiran gubernur tidak cukup hanya sebagai bentuk empati. Penegakan hukum dan rasa aman menjadi tuntutan utama.

‎Tak lama setelah Pramono meninggalkan lokasi, ambulans datang menjemput Fatur. Kepalanya masih diperban. Rina, ibunda Fatur, mengatakan anaknya akan dibawa ke RS Tarakan untuk perawatan lanjutan dan visum.

‎”Sekarang mau dibawa ke RS Tarakan, tadi sudah ketemu Pak Gubernur, diminta dirawat saja di RS. Sekalian mau bikin visum,” ujar Rina.

‎Peristiwa pengeroyokan di Pejompongan kembali menyorot keamanan kawasan padat penduduk di Jakarta Pusat. Pemerintah provinsi kini berada di bawah tekanan publik untuk tidak hanya hadir saat duka, tapi juga memastikan pelaku diproses hukum dan korban mendapat perlindungan.