Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
PERISTIWA

KERICUHAN PECAH ANTARA PELAJAR STM DAN PREMAN DENGAN POLISI

JAKARTA, tabloidnusantara. Kericuhan meletus di depan Kompleks DPR/MPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis 27 Agustus 2026 sore. Bentrok terbuka terjadi antara aparat kepolisian bersenjata lengkap dengan massa campuran pelajar STM, remaja, dan sejumlah orang yang diduga preman.

Pantauan VOI di lokasi sekitar pukul 17.30 WIB, massa datang bergelombang dari arah Slipi, Jakarta Barat. Mereka membawa bambu dengan bendera Merah Putih terikat di ujungnya. Anehnya, tak satu pun spanduk berisi tuntutan terlihat di barisan mereka.

“Kami dari Pejompongan sebagian. Campuran sih ini pelajar semua,” kata K, 17 tahun, saat merangsek ke arah gerbang DPR.

Teriakan provokatif menggema. “Ayo maju, serang. Woy jangan mundur,” sahut remaja lain dari tengah kerumunan.

Polisi Hadang, Massa Lempari Batu dan Botol

Upaya penghadangan oleh tim gabungan Reskrim Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat tak menggentarkan massa. Lemparan botol air mineral dan pecahan batu menghujani barisan polisi yang berjaga.

Aparat sempat mundur ke arah gerbang DPR/MPR. Namun dalam hitungan menit, pasukan berseragam lengkap dengan tameng membentuk barikade berlapis. Tujuannya satu: memecah massa pelajar agar tak menyatu dengan kelompok demonstran lain yang sudah lebih dulu berada di depan pagar parlemen.

Di sisi dalam pagar, massa campuran terus menekan. Mereka melempari petugas dari halaman DPR dan secara bergantian menggoyang-goyang pintu gerbang utama.

“Buka-buka, buka pintunya. Buka pintunya sekarang juga,” teriak salah satu pendemo.

Tak Ada Tuntutan Jelas, Tapi Tekanan Tinggi

Yang membuat aksi ini berbeda: tidak ada orasi, tidak ada poster tuntutan. Yang ada hanya amarah kolektif dan mobilisasi anak muda yang bergerak cepat dan sporadis.

Hingga pukul 17.50 WIB, pengawalan ketat aparat gabungan Polda Metro Jaya masih berlangsung. Kapolres setempat menegaskan belum ada tindakan represif seperti tembakan gas air mata atau water cannon. Polisi memilih strategi pengetatan barikade dan penyekatan arus massa.

Bentrokan ini menambah daftar panjang aksi massa di kawasan Senayan dalam sepekan terakhir. Dengan komposisi demonstran yang didominasi pelajar STM dan remaja, potensi eskalasi di malam hari menjadi perhatian serius aparat.

Situasi di Gatot Subroto saat ini masih fluktuatif. Arus lalu lintas dialihkan dan akses ke Kompleks Parlemen dijaga ketat.