NABIRE, tabloidnusanatara. Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar Apel Gabungan Siaga Bencana di Nabire pada Senin (24/8) guna merespons lonjakan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, serta dampak cuaca ekstrem puncak musim kemarau 2026. Langkah komando terpadu ini melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dinas teknis, serta elemen masyarakat.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Papua Tengah, Victor Fun, menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan ini digelar atas instruksi langsung Gubernur Papua Tengah untuk memastikan koordinasi lintas sektor berjalan solid di lapangan.
“Sesuai perintah Bapak Gubernur, hari ini kita menyiagakan seluruh komponen—mulai dari Pemprov, Pemkab, TNI-Polri, hingga organisasi masyarakat—guna merespons cepat karhutla dan mengantisipasi krisis air bersih serta potensi gangguan kesehatan di masyarakat,” ujar Victor Fun di Nabire.
Berdasarkan data pemantauan BMKG Papua Tengah per Senin malam (24/8), sebanyak 378 titik panas (hotspot) terdeteksi tersebar di wilayah Papua Tengah, di mana 108 titik di antaranya berada di Kabupaten Nabire.
Kepala BMKG Papua Tengah, Husain, menjelaskan bahwa prospek cuaca sepekan ke depan masih akan didominasi kondisi cerah hingga berawan yang berpotensi memicu pemekaran titik api.
“Cuaca kering meningkatkan kerentanan kebakaran lahan. Namun, berkat langkah pencegahan dan intervensi cepat tim gabungan BPBD serta TNI-Polri di lapangan, jumlah titik panas mulai menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan hari sebelumnya,” jelas Husain.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan (DLHKP) Papua Tengah, Yan Richard Pugu, menekankan bahwa pemerintah mengedepankan strategi preventif tanpa mengabaikan penanganan pemadaman darat.
“Kami tidak menunggu api membesar baru bergerak. Edukasi dan sosialisasi pencegahan terus disebarluaskan melalui media massa dan unit patroli. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan di tengah kondisi angin kencang saat ini,” tegas Yan Richard.
Seluruh personel, armada pemadam kebakaran, serta perlengkapan medis kini disiagakan di posko-posko darurat guna mengamankan wilayah ibu kota provinsi dan kabupaten terdampak dari ancaman kabut asap.
