Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
KEBAKARAN

PRESIDEN PERINTAHKAN BUAT 306 SUMUR BOR DI TITIK HOTSPOT ATASI KARHUTLA

PEKANBARU, tabloidnusantara. Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah ofensif menghadapi karhutla. Dalam rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Senin (24/8/2026), Prabowo menginstruksikan pembangunan 306 sumur bor di seluruh titik panas yang terdeteksi di Provinsi Riau.

Instruksi itu keluar setelah Kepala Pelaksana BPBD dan Damkar Riau M. Edy Afrizal melaporkan ada 306 hotspot di Riau. Dari jumlah itu, 7 titik sudah berkembang menjadi titik api yang tersebar di empat kabupaten.

“Jangan nunggu sampai jadi titik api. Segera saja di 306 titik (hotspot) langsung bikin (sumur) bor air,” tegas Prabowo.

Perintah Presiden kali ini berbeda dari pola penanganan karhutla sebelumnya yang cenderung reaktif. Prabowo meminta tim di lapangan langsung masuk ke lokasi hotspot dan membangun sumur bor sedalam 30 hingga 50 meter.

“Ya, tolong masuk ke titik hotspot itu. Segera saja masuk ambil tindakan. Di tempat-tempat itu bisa dibikin (sumur) bor air,” ujarnya.

Menurut Prabowo, sumur bor adalah infrastruktur kunci untuk memutus rantai kebakaran. Di lahan gambut yang cepat mengering saat kemarau, ketersediaan air di titik rawan bisa membasahi kembali tanah dan mencegah api merambat dari bawah permukaan.

Dengan 306 sumur bor tersebar, pemerintah berharap penanganan bisa dilakukan sebelum titik panas berubah menjadi kebakaran besar.

Selain infrastruktur, Prabowo juga mengeluarkan instruksi tegas terkait penyebab karhutla. Presiden melarang segala bentuk pembakaran hutan dan lahan, tanpa kecuali.

Larangan itu berlaku untuk masyarakat, perusahaan, hingga oknum instansi yang terbukti atau terindikasi melakukan pembakaran.

” Kasih penjelasan, edukasi ke semua unsur, di semua desa. Kasih penjelasan bahwa membakar lahan dilarang keras,” kata Prabowo.

Namun Presiden juga meminta pemerintah tidak berhenti di larangan. Jika masyarakat butuh membuka lahan, harus ada jalur resmi yang membantu sekaligus mengawasi.

“Mereka buat laporan ke kepala desa, camat, bupati, nanti pemerintah yang akan bantu mereka,” tegasnya.

Langkah ini untuk memutus alasan klasik pembakaran: tidak ada alternatif murah dan cepat selain membakar.

306 sumur bor harus digarap segera. Ini ujian logistik dan koordinasi antara pusat, Pemprov Riau, TNI, Polri, dan BPBD di tengah musim kemarau.

Alih-alih menunggu asap tebal dan kabut asap lintas provinsi, pemerintah kini mengejar titik panas sebelum jadi api. Ini menghemat biaya pemadaman dan dampak kesehatan.

Larangan pembakaran dibarengi mekanisme bantuan pembukaan lahan. Jika tidak dijalankan, kebijakan berisiko hanya jadi wacana di atas kertas.

Riau adalah provinsi langganan karhutla terparah di Indonesia. Dengan 7 titik api sudah menyala dan 306 hotspot mengintai, waktu eksekusi 306 sumur bor akan menjadi penentu apakah strategi baru ini efektif menekan asap.