Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

SUKHOI SU-30 MK2 TNI AU TERGELINCIR DI HASANUDDIN: REM GAGAL USAI OVERHAUL, PUBLIK TANYA STANDAR UJI TERBANG?

MAKASSAR, tabloidnusantara .Insiden kembali menimpa alutsista TNI AU. Pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 tergelincir dan keluar dari landasan pacu Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Senin (24/8) saat melakukan test flight pasca pemeliharaan berat.

Peristiwa itu terjadi sekitar siang hari dan langsung terekam warga. Dari Jalan Poros Makassar-Maros, badan jet tempur berwarna abu-abu itu terlihat jelas terperosok di area rerumputan sisi barat runway 13, dengan sejumlah personel TNI dan petugas damkar berjaga di sekitarnya.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma TNI I Nyoman Suadnyana mengonfirmasi insiden tersebut. Menurutnya pesawat baru saja menyelesaikan overhaul atau pemeliharaan tingkat berat.

“Saat melaksanakan pengereman terjadi kendala teknis pada sistem pengereman tidak berfungsi secara maksimal yang berakibat pesawat keluar 30 meter dari batas ujung landasan,” jelas Nyoman dalam siaran resmi.

TNI AU memastikan tidak ada korban jiwa. Awak pesawat selamat. Saat ini Sukhoi tersebut sudah dievakuasi ke hanggar perawatan untuk pemeriksaan lanjutan dan dipersiapkan untuk test berikutnya.

“Pesawat dan seluruh awak dalam kondisi aman. Selanjutnya pesawat ditarik menuju hanggar perawatan untuk dilakukan pemeriksaan,” pungkasnya.

Pesawat baru keluar dari perawatan berat. Tujuan test flight adalah memastikan semua sistem laik terbang. Fakta bahwa sistem pengereman justru gagal berfungsi menimbulkan pertanyaan tentang kualitas dan standar pengecekan sebelum pesawat dilepas uji.

Hasanuddin adalah bandara internasional sekaligus pangkalan TNI AU. Insiden yang terjadi di area operasional sipil berpotensi mengganggu jadwal penerbangan komersial dan keselamatan publik. Beruntung tidak ada penerbangan yang terdampak langsung.

Su-30 MK2 merupakan salah satu jet tempur utama untuk patroli udara. Dengan usia armada yang sudah lebih dari 10 tahun dan ketergantungan pada suku cadang impor, insiden teknis seperti ini bukan kali pertama terjadi. Publik berhak tahu: apakah ini kegagalan teknis acak, atau gejala dari masalah perawatan dan anggaran suku cadang.

TNI AU belum merinci jenis kendala teknis pada sistem rem. Penyebab pasti masih dalam penyelidikan tim teknis.

Yang jelas, pesawat sudah diamankan dan investigasi internal berjalan. Pertanyaannya kini, bagaimana prosedur Quality Control pasca overhaul, dan apakah ada audit independen terhadap rantai perawatan alutsista strategis TNI AU.

Insiden ini menambah daftar panjang catatan keselamatan penerbangan militer Indonesia. Di tengah rencana modernisasi alutsista, publik menuntut transparansi penuh agar kejadian serupa tidak berulang dan tidak memakan korban.