Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

167 TITIK API KEPUNG BIAK NUMFOR, BUPATI LARANG TOTAL PEMBAKARAN LAHAN

BIAK, tabloidnusantara, Ancaman kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Biak Numfor, Papua, memasuki fase darurat. Hingga Jumat (21/8), sebanyak 167 titik api atau hotspot terpantau mengepung delapan wilayah distrik, memaksa pemerintah daerah mengeluarkan larangan total pembakaran.

Bupati Biak Numfor Markus Mansnembra menyatakan situasi saat ini sangat rawan. Kombinasi suhu panas ekstrem dan hembusan angin kencang membuat api berpotensi menjalar ke permukiman warga dalam hitungan menit.

“Dilarang membakar lahan. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah karhutla. Kita harus menyelamatkan lingkungan dan generasi masa depan,” tegas Mansnembra di Biak, Sabtu (22/8/2026).

Delapan distrik dalam kepungan

Data pemantauan menunjukkan 167 titik api tersebar di Distrik Andey, Biak Barat, Biak Kota, Biak Timur, Biak Utara, Samofa, Swandiwe, dan Yendidori.

“Kita ketahui bersama, suhu udara saat ini cukup panas dan diikuti hembusan angin yang cukup kencang. Kondisi ini menyebabkan kebakaran yang terjadi di beberapa titik dapat dengan cepat meluas,” jelas mantan Pj Bupati Sarmi.

Dengan pola angin yang tidak menentu, jalur api dari lahan kosong dan semak belukar kini mengarah langsung ke kawasan padat penduduk.

Operasi pemadaman intensif

Untuk memutus penyebaran, Pemkab mengerahkan tim gabungan. Personel Polres, TNI, BPBD, dan instansi terkait diterjunkan melakukan pemadaman di titik-titik prioritas sejak malam sebelumnya.

“Tadi malam kami bersama-sama dengan tim terpadu dari Polres, TNI-Polri, BPBD, dan instansi terkait lainnya melakukan pemadaman api di beberapa titik yang kita pantau. Sampai hari ini tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal yang sama,” kata Mansnembra.

Operasi difokuskan pada wilayah yang berbatasan langsung dengan pemukiman dan sumber air masyarakat.

Imbauan keras ke warga

Selain penindakan, Pemkab juga menggalang kewaspadaan harian warga. Mansnembra meminta masyarakat menghentikan sementara aktivitas membakar lahan, semak, maupun sampah.

Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan dan menghindari pembakaran sampah terbuka.

“Upaya pencegahan dini menjadi kunci utama untuk memutus rantai bencana karhutla serta mengamankan kawasan pemukiman warga dari bahaya kebakaran,” tandasnya.

Dengan 167 titik api aktif dalam satu waktu, Biak Numfor kini menjadi salah satu daerah di Papua dengan konsentrasi karhutla tertinggi pekan ini. Pemerintah daerah menyatakan status siaga akan terus dievaluasi hingga cuaca kembali normal.