Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
HEADLINE

RATUSAN RUMAH ADAT SADE LUDES TERBAKAR, WARISAN BUDAYA SASAK TERANCAM

LOMBOK TENGAH, tabloidnusantara. Api melalap Desa Adat Sade pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026 sekitar pukul 22.00 WITA. Ratusan rumah panggung khas Suku Sasak yang menjadi ikon wisata budaya NTB hangus dalam kobaran yang cepat merembet.

Hingga Minggu pagi, 23 Agustus 2026, petugas masih melakukan pendataan. Kepala Desa Rambitan, Lalu Winakse, menyebut jumlah rumah yang terbakar diperkirakan mencapai ratusan unit.

“Kami sedang melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak kebakaran,” ujar Lalu Winakse.

Api cepat merambat di rumah berbahan ilalang

Desa Adat Sade di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, dihuni sekitar 700 warga dengan ±150 rumah adat. Ciri khasnya: dinding anyaman bambu dan atap jerami/ilang-alang. Material itulah yang membuat api sulit dikendalikan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lombok Tengah, Supardan, mengatakan bara masih menyala hingga tengah malam sehingga proses pemadaman berlanjut.

“Pemadaman hingga tengah malam ini masih berlangsung, karena bara api masih menyala,” katanya.

Puluhan mobil damkar dikerahkan. Bantuan datang dari Lombok Timur, Lombok Barat, Kota Mataram, Pemerintah Provinsi NTB, dan seluruh unit Damkartan Lombok Tengah.

Akibatnya, arus lalu lintas di jalur wisata Sengkol-Mandalika sempat terganggu karena kendaraan pemadam dan aktivitas petugas menumpuk di lokasi.

Tidak ada korban jiwa, penyebab masih diselidiki

Sampai berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa. Warga berhamburan menyelamatkan diri dan barang berharga.

Penyebab kebakaran belum dipastikan. Dugaan awal mengarah ke korsleting listrik, namun keterangan itu belum dikonfirmasi resmi oleh petugas.

Dampaknya permukiman dan pariwisata

Kebakaran ini bukan hanya merusak tempat tinggal. Desa Adat Sade adalah salah satu destinasi wisata budaya paling dikenal di Lombok. Wisatawan datang untuk melihat langsung kehidupan tradisional Sasak yang masih dipertahankan.

Dengan sebagian besar rumah ludes, ancaman terbesar saat ini adalah hilangnya hunian warga dan potensi gangguan terhadap aktivitas pariwisata serta ekonomi warga yang menggantungkan hidup dari desa adat tersebut.

Pemerintah daerah bersama BPBD dan Damkartan masih fokus pada 3 hal yakni pemadaman total, pendataan kerugian, dan penanganan pengungsi.