Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BENCANA ALAM

BNPB KERAHKAN 39 PESAWAT-HELIKOPTER KE 6 PROVINSI RAWAN KARHUTLA, WARGA DIMINTA SEGERA LAPOR TITIK API

JAKARTA, tabloidnusantara. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengerahkan kekuatan penuh. Sebanyak 39 unit pesawat dan helikopter kini disiagakan di 6 provinsi prioritas untuk memadamkan dan memantau kebakaran hutan dan lahan.

Enam provinsi itu: Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Wilayah yang tiap tahun jadi langganan asap.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan pengerahan besar-besaran ini dilakukan karena ancaman karhutla 2026 sudah nyata.

“Respons cepat dari seluruh unsur menjadi kunci untuk mencegah api meluas dan mengurangi dampak karhutla terhadap masyarakat, lingkungan, serta aktivitas ekonomi,” ujar Berton di Jakarta, Sabtu.

39 Unit Udara Siaga Tempur Lawan Api

BNPB membagi kekuatan udara ke 6 provinsi dengan rincian:

1. Riau: 1 helikopter patroli, 1 pesawat OMC, 5 helikopter water bombing

2. Jambi: 1 helikopter patroli, 1 pesawat OMC, 2 helikopter water bombing

3. Sumatera Selatan: 1 helikopter patroli, 1 pesawat OMC, 7 helikopter water bombing

4. Kalimantan Selatan: 1 helikopter patroli, 1 pesawat OMC, 3 helikopter water bombing

5. Kalimantan Tengah: 1 helikopter patroli, 1 pesawat OMC, 4 helikopter water bombing

6. Kalimantan Barat: 2 helikopter patroli, 1 pesawat OMC, 5 helikopter water bombing

Total: 8 helikopter patroli, 6 pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca, dan 26 helikopter water bombing.

Operasi tidak hanya mengandalkan air dari udara. BNPB juga mengaktifkan posko komando terpadu yang menggerakkan satgas darat, patroli rutin, dan pemantauan titik panas 24 jam.

Imbauan Tegas: Jangan Bakar Lahan, Segera Lapor

Di tengah cuaca yang makin kering, BNPB melempar imbauan keras ke masyarakat Kalimantan dan Sumatera.

Poin utamanya dua:

1. Jangan lakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun. Risiko meluas sangat tinggi.

2. Segera lapor jika melihat titik api ke petugas, BPBD, atau pemerintah daerah setempat.

Menurut Berton, laporan warga di lapangan bisa memangkas waktu respons. Selisih 1 jam bisa berarti ratusan hektare lahan yang terselamatkan.

“Pemerintah terus memperkuat pemantauan terhadap potensi karhutla melalui pemantauan titik panas serta kesiapsiagaan personel di wilayah yang memiliki risiko kebakaran,” katanya.

BNPB juga mendorong pencegahan berbasis masyarakat. Artinya warga diajak menjaga lingkungan sekitar, bukan hanya menunggu aparat.

Kalbar saja sudah kehilangan 38.310 hektare lahan sejak Januari-Agustus 2026. Dengan pola cuaca yang rawan, 6 provinsi prioritas ini berpotensi menyusul jika tidak ada penanganan cepat.

Dengan 39 unsur udara yang sudah standby, pemerintah menargetkan 3 hal: padamkan api lebih cepat, cegah kabut asap, dan lindungi aktivitas ekonomi warga.

Tinggal satu variabel yang belum bisa dikontrol: ulah manusia. Karena itu imbauan BNPB ke publik jadi penentu. Api besar selalu berawal dari titik kecil yang telat dilaporkan.

Warga yang menemukan titik api diminta segera menghubungi BPBD setempat atau call center BNPB.