Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
HANKAM

BRIPDA JHON GALU SITUMORANG DITEMBAK DI TOLIKARA, POLISI DUGA SERANGAN KELOMPOK BERSENJATA TERNUS ENUMBI

TOLIKARA, tabloidnusantara. Seorang personel Polsek Ilu, Polres Puncak Jaya, Bripda Jhon Galu Situmorang, mengalami luka tembak setelah rombongan kepolisian diserang saat melintas di sekitar Jembatan Kuari, Kampung Umage, Distrik Umage, Kabupaten Tolikara, Kamis (20/8/2026).

Serangan terjadi ketika personel kepolisian yang tengah melakukan observasi melintas di ruas jalan poros Puncak Jaya–Tolikara. Menurut keterangan Satgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, tembakan disebut berasal dari arah ketinggian.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan kondisi Bripda Jhon Galu Situmorang sempat menurun sehingga korban harus dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di Jayapura.

“Kejadian tersebut terjadi di jalan poros dari Puncak Jaya menuju Tolikara, yaitu di sekitar Jembatan Kuari,” kata Yusuf, Jumat (21/8/2026).

Korban sebelumnya dievakuasi ke RSUD di Kabupaten Jayawijaya karena keterbatasan fasilitas medis di lokasi. Selanjutnya, korban diterbangkan ke Jayapura untuk menjalani perawatan di RS Bhayangkara.

Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan pelaku penembakan. Berdasarkan hasil identifikasi awal, aparat menduga serangan dilakukan kelompok bersenjata yang dikaitkan dengan pimpinan Ternus Enumbi.

“Berdasarkan hasil identifikasi dan penyelidikan kami, pelaku patut diduga kelompok kriminal bersenjata pimpinan Ternus Enumbi,” ujar Yusuf.

Polisi juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab.

Kondisi medan yang berat menjadi salah satu tantangan dalam proses penanganan. Lokasi kejadian berada di kawasan dengan tebing, dataran tinggi, serta hutan lebat yang membatasi mobilitas aparat.

Menurut Yusuf, kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa serangan memang menyasar rombongan aparat keamanan, bukan terjadi secara acak.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa prioritas saat ini adalah memastikan korban memperoleh penanganan medis sekaligus mengungkap pihak yang bertanggung jawab melalui proses penyelidikan.

“Prioritas kami adalah memastikan korban mendapatkan penanganan medis secara optimal. Setelah itu, penyelidikan terus dikembangkan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab berdasarkan fakta dan informasi yang diperoleh,” kata Faizal.