Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

ANGGOTA POLRES PUNCAK JAYA TERTEMBAK DI TOLIKARA, DIDUGA DISERANG KELOMPOK RAMBO WANIMBO

TOLIKARA, tabloidnusantara. Aksi kekerasan bersenjata kembali mengguncang Papua Pegunungan. Seorang anggota Polri, Briptu Jhon Galuh Situmorang dari Polsek Ilu Polres Puncak Jaya, menjadi korban penembakan di Tanjakan Jembatan Merah, Distrik Kuari, Kabupaten Tolikara, Kamis (20/8) siang.

Insiden terjadi pukul 14.23 WIT. Berdasarkan laporan awal aparat, penembak diduga kuat adalah kelompok Organisasi Papua Merdeka Front Bersenjata yang selama ini berada di bawah komando Rombo Botak alias Rambo Wanimbo.

Kronologi singkat

Peluru menghantam pangkal paha kiri Briptu Jhon hingga tembus. Tim gabungan TNI-Polri yang berada di sekitar lokasi langsung melakukan evakuasi. Korban dilarikan ke RSUD Karubaga untuk penanganan darurat.

Karena luka yang dialami cukup serius, pihak medis menyiapkan rujukan lanjutan ke RSUD Wamena agar Briptu Jhon mendapat perawatan intensif.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi soal kondisi terbaru korban. Namun sumber di rumah sakit menyebut korban dalam kondisi sadar saat tiba.

Area kembali siaga

Pasca penembakan, aparat memperketat pengamanan di sekitar Tanjakan Jembatan Merah. Jalan trans Tolikara sempat disterilkan sementara untuk proses evakuasi dan penyisiran.

“Area masih dalam pengamanan. Tim sedang melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata tersebut,” ujar sumber kepolisian di Tolikara yang meminta tidak disebut namanya karena belum berwenang bicara.

Nama Rambo Wanimbo kembali mencuat dalam insiden ini. Kelompoknya beberapa kali disebut aparat sebagai salah satu jaringan yang aktif melakukan gangguan keamanan di wilayah pegunungan tengah Papua, termasuk Puncak Jaya dan Tolikara.

Tanjakan Jembatan Merah di Distrik Kuari merupakan jalur penghubung antar-distrik yang kerap digunakan warga dan aparat. Serangan di titik ini berdampak langsung pada mobilitas masyarakat.

Penembakan menyasar anggota Polsek Ilu, menunjukkan pelaku masih berani menyerang personel keamanan meski pengamanan diperketat.

Insiden ini menambah daftar panjang aksi bersenjata di Papua Pegunungan sepanjang 2026. Setiap insiden memicu efek berantai: pengamanan diperketat, aktivitas warga terhambat, dan pelayanan publik di puskesmas serta sekolah ikut terganggu.

Hingga saat ini aparat gabungan masih disiagakan dan melakukan pengejaran. Polisi juga mengimbau warga di sekitar Distrik Kuari untuk sementara menghindari area perbukitan dan segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan.

Pihak Polres Puncak Jaya dan Polda Papua Pegunungan dijadwalkan memberikan keterangan resmi lebih lanjut setelah proses evakuasi dan olah TKP selesai.