Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
PENEGAK HUKUM

TNI AL SITA TAMBANG ILEGAL Rp10,25 TRILIUN DALAM 8 BULAN, NILAINYA MELONJAK 100 KALI LIPAT

TANJUNGPANDAN, tabloidnusantara . Operasi laut TNI Angkatan Laut sepanjang 2026 membuahkan hasil luar biasa. Dalam kurun Januari hingga Agustus, TNI AL berhasil mengamankan 514,1 ton sumber daya alam pertambangan ilegal senilai Rp10,25 triliun.

Angka itu naik drastis dibanding capaian 2025 yang “hanya” 343,14 ton dengan nilai Rp102,94 miliar. Artinya, dalam setahun nilai barang sitaan melonjak lebih dari 100 kali lipat.

“Terhitung dari Januari sampai sekarang, kami telah berhasil mengamankan kekayaan SDA untuk semua jenis mineral tambang, pasir timah, batu bara dan mineral pertambangan yang lain di seluruh Indonesia senilai Rp10,25 triliun,” kata Panglima Komando Armada RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata di Tanjungpandan, Belitung, Kamis.

Operasi besar di Bangka Belitung jadi sorotan

Salah satu operasi terbesar terjadi 2–13 Agustus 2026 di Belitung Timur dan Belitung. TNI AL menggagalkan dugaan penyelundupan pasir timah ilegal dan mengamankan 75,7 ton dengan estimasi nilai Rp76,04 miliar.

Denih menegaskan angka itu baru estimasi nilai barang. Perhitungan resmi kerugian negara akan dilakukan instansi berwenang.

“Kerugian negara tidak hanya dilihat dari nilai fisik barang, tetapi juga dapat mencakup penerimaan negara, royalti, perpajakan, nilai tambah ekonomi, serta dampak lingkungan dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Lonjakan nilai sitaan ini, menurut Denih, menunjukkan dua hal: potensi kekayaan negara yang selama ini bocor lewat laut sangat besar, dan pengawasan TNI AL di perairan Indonesia semakin ketat.

Tak hanya tambang, narkoba juga digempur

Di sisi lain, TNI AL juga mencatat keberhasilan memberantas narkoba di laut.

– 2025: 4,81 ton narkoba digagalkan. Diperkirakan menyelamatkan 20,7 juta jiwa. Dengan asumsi biaya rehabilitasi Rp10 juta per orang, potensi biaya yang dihindari mencapai Rp207 triliun.

– 2026: 1,3 ton digagalkan. Diperkirakan menyelamatkan 13,014 juta jiwa dengan potensi biaya rehabilitasi yang dihindari Rp130,3 triliun.

Denih menyebut hasil ini tidak mungkin dicapai sendirian. Operasi dilakukan bersama TNI, Polri, BNN, Bea Cukai, Bakamla, KPLP, Kejaksaan, Kementerian ESDM, pemerintah daerah, dan kementerian terkait lainnya.

“Kami akan terus meningkatkan patroli dan penegakan hukum. Laut Indonesia harus bersih dari pencurian SDA dan penyelundupan,” tegasnya.

Kenaikan nilai sitaan dari Rp102 miliar ke Rp10,25 triliun dalam setahun memberi sinyal kuat: jalur laut masih jadi pintu utama penyelundupan tambang ilegal. Keberhasilan TNI AL 2026 menjadi tamparan sekaligus peringatan bagi jaringan tambang ilegal dan sindikat narkoba yang memanfaatkan perairan Indonesia.