Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
NASIONAL

HARI KELIMA BENCANA NTT: 253 TON BANTUAN TERBANG, LAUT, DAN DARAT DIKERAHKAN

JAKARTA, tabloidnusantara.Tepat pukul 04.00 WIB, lima pesawat TNI AU lepas landas dari Halim Perdanakusuma. Di dalamnya ada 65 ton logistik. Itu pengiriman hari kelima, dan sekaligus membuat total bantuan yang sudah sampai ke Nusa Tenggara Timur menembus 253 ton.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan kabar itu langsung dari BPMI Sekretariat Presiden, Rabu 19 Agustus 2026.

“Atas instruksi Bapak Presiden, hari ini hari kelima pascabencana kami kembali memberangkatkan lima pesawat ke NTT. Sejak hari pertama 27 ton, sampai hari kelima total sudah 253 ton logistik,” ujar Teddy.

Isinya bukan cuma beras. Ada makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, sampai kebutuhan dasar lain yang paling dicari warga terdampak.

Dua posko, enam kabupaten dikejar

Biar distribusinya tidak tersendat, pemerintah mendirikan dua posko utama:

– Posko Labuan Bajo: menyalurkan ke Manggarai dan Ngada

– Posko Maumere: menyalurkan ke Sikka, Ende, dan Nagekeo

Dari dua titik itu bantuan dipecah lagi lewat tiga jalur sekaligus.

Lewat udara: helikopter, pesawat Cassa, dan pesawat kecil diterjunkan ke daerah yang jalannya sulit.

Lewat laut: tiga KRI TNI AL sudah siaga di lokasi. Satu kapal rumah sakit juga hampir berlabuh untuk backup layanan medis.

Lewat darat: menurut laporan Menteri PU Dody Hanggodo, seluruh akses darat sudah bisa dilalui sejak hari kedua.

Kombinasi ini yang bikin bantuan bisa bergerak lebih cepat dibanding hari-hari pertama.

Instruksi Presiden: percepat

Teddy menegaskan Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran pemerintah tidak kendur. Kecepatan jadi kunci agar bantuan benar-benar dirasakan warga.

Ia juga menyampaikan apresiasi ke semua pihak di lapangan.

“Terima kasih kepada seluruh aparat yang bertugas, kepada warga, kepada relawan, kepada siapa pun yang turut membantu penanganan bencana ini. Semoga logistik bisa terkirim secepat mungkin dan manfaatnya bisa langsung dirasakan warga yang terdampak,” katanya.

Pemerintah menyebut pemantauan akan terus dilakukan 24 jam sampai situasi di NTT benar-benar pulih.