Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BENCANA ALAM

DAPUR UMUM KEMENSOS MULAI BEROPERASI, SEHARI TARGET 3000 BUNGKUS MAKANAN UNTUK KORBAN GEMPA NTT

JAKARTA, tabloidnusantara. Kementerian Sosial mulai mengoperasikan dapur umum di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT, Senin 17 Agustus 2026. Dapur ini menyiapkan 750 hingga 1.000 bungkus makanan untuk makan malam dan akan ditingkatkan menjadi 3.000 bungkus per hari mulai Selasa.

‎Langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemenuhan kebutuhan dasar korban gempa magnitudo 7,7 yang melanda NTT pada Sabtu lalu.

Gerak cepat dilakukan Kemensos di tengah situasi tanggap darurat.

‎Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan dapur umum di Nagekeo sudah beroperasi sejak hari ini. “Mulai besok kita naikkan jadi tiga kali masak. Target seribu bungkus per masak, total tiga ribu bungkus sehari,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis.

‎Produksi makanan akan terus disesuaikan dengan hasil asesmen dan kebutuhan warga di pengungsian.

‎Selain permakanan, Kemensos juga menyalurkan bantuan lain untuk Nagekeo. Sebanyak seribu paket sembako telah dialokasikan untuk warga terdampak. Bantuan dari Sentra Efata Kupang juga sudah tiba, berupa tenda, velbed, selimut, family kit, tenda keluarga, makanan anak, dan kebutuhan dasar lainnya.

‎Kemensos juga menyiapkan tambahan 48 ton beras reguler untuk wilayah terdampak di NTT.

‎Secara keseluruhan, Kemensos telah mendirikan dapur umum di tiga wilayah, yaitu Manggarai, Sikka, dan Nagekeo. Tiga titik tambahan selanjutnya akan dibuka di Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Ende. Dengan demikian dukungan dapur umum akan menjangkau enam wilayah terdampak.

‎Untuk operasional dapur umum selama tujuh hari, anggaran indikatif yang disiapkan mencapai sekitar Rp5,16 miliar.

‎Kemensos juga menyiapkan santunan bagi korban gempa. Bagi keluarga 54 korban meninggal dunia, masing-masing akan menerima Rp15 juta. Sementara untuk 199 korban luka, masing-masing direncanakan mendapat Rp5 juta. Penyaluran akan dilakukan setelah proses pendataan, verifikasi, dan validasi selesai.

‎Dengan dukungan logistik, operasional dapur umum, dan rencana santunan tersebut, total dukungan indikatif Kemensos untuk penanganan gempa NTT mencapai Rp13.212.939.379.

‎”Yang paling penting kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Dapur umum kita siapkan, logistik terus kita gerakkan, dan tim di lapangan terus melakukan asesmen. Kita bekerja bersama pemerintah daerah, BNPB, TNI/Polri dan seluruh unsur yang ada,” tegas Gus Ipul.