JAYAPURA, tabloidnusantara. Tawa anak-anak pecah di lapangan Kampung Sabron Yaru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura. Karung goni melompat-lompat, kerupuk digigit buru-buru, kelereng dijaga ketat di atas sendok.
Di tengah semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, warga di ujung timur Indonesia ini merayakannya dengan cara paling sederhana: berkumpul, berlomba, dan berbagi.
Lapangan Jadi Panggung Kebersamaan
Lomba tradisional 17-an jadi magnet utama. Ada balap karung yang bikin penonton teriak, lomba makan kerupuk yang wajahnya penuh remah, sampai balap kelereng yang butuh fokus ekstra.
Anak-anak maju dengan semangat. Orang tua dan guru berdiri di pinggir lapangan, bersorak dan tepuk tangan. Tidak ada sekat. Yang ada hanya canda dan kebersamaan.
Momen itu dirangkai dengan penyaluran bantuan sosial. Pemerintah menyerahkan 50 paket sembako untuk warga Kampung Sabron Yaru. Sederhana, tapi sangat dinanti.
“Tidak Ada Bedanya. Kita Harus Bersatu”ungkapnya.
Ondoafi Kampung Sabron Yaru, Nikodemus Yaboisembut, melihat kegiatan ini lebih dari sekadar lomba.
“Bagi kami ini langkah awal untuk membangkitkan semangat dan membulatkan satu tekad. Tidak ada perbedaan antara orang Papua asli dengan orang non-Papua. Kita harus bersatu, berpegang teguh, dan menuju pembangunan yang lebih maju,” ujarnya.
Bagi Nikodemus, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat adat pada momentum kemerdekaan punya makna besar. Ia berharap ini bukan yang terakhir.
“Kami berharap tahun-tahun ke depan, di hari-hari besar lainnya, pemerintah tetap punya niat baik untuk datang bertemu kami. Jangan berhenti di sini. Terus kita tingkatkan persatuan dan persaudaraan,” katanya.
Ia menutup dengan pekik yang menggema.
“Papua untuk Indonesia, dan Indonesia juga untuk Papua. Tetap satu kemerdekaan kita. Merdeka!”
Guru: Ini Cara Mengisi Kemerdekaan
Martha Ayakeding, salah satu guru di kampung itu, ikut sumringah. Meski info kegiatan baru datang sehari sebelumnya, antusiasme warga tetap tinggi.
“Kami sangat bangga. Kami memang butuh
kegiatan seperti ini untuk memotivasi anak-anak. Ini bagian dari mengisi kemerdekaan,” ucap Martha.
Ia juga mengapresiasi Ondoafi dan keluarga yang bahu-membahu, serta pemerintah yang hadir sehingga acara berjalan aman dan tertib.
“Memang sederhana. Tapi kami ambil hikmahnya. Harapan kami, tahun depan bisa lebih meriah lagi,” harapnya.
Kemerdekaan yang Dirasakan Bersama
Di Sabron Yaru, kemerdekaan tidak dirayakan dengan pidato panjang. Ia dirayakan dengan karung yang dilompati, kerupuk yang direbut, paket sembako yang dibagi, dan janji untuk terus bersatu.
Sebuah pengingat bahwa semangat 17 Agustus hidup paling nyata ketika pemerintah, tokoh adat, orang tua, dan anak-anak duduk di lapangan yang sama. Tertawa bersama. Berjalan bersama.
Merdeka
