JAYAPURA, tabloidnusantara. Aksi unjuk rasa massa gabungan mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi (STT) Walter Pos danKomite Nasional Papua Barat (KNPB) di pertigaan Pos VII, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (15/8) pagi di bubarkan paksa personel Polres Jayapura.
Petugas terpaksa menembakkan gas air mata untuk menghalau dan memukul mundur massa dari lokasi demonstrasi.
Dilokasi, polisi berpakaian lengkap sudah memblokade pertigaan Pos VII sejak pukul 08.00 WIT.
Polisi pun melarang pengunjukan rasa melintasi jalan protokol dan mendesak massa untuk membubarkan diri ke kediaman masing-masing.
Ketegangan situasi sempat memuncak sekitar pukul 08.40 WIT ketika massa dan petugas kepolisian hampir terlibat aksi saling lempar di lokasi kejadian.
Namun, kedua belah pihak berhasil mengendalikan diri sehingga bentrokan fisik secara terbuka dapat terhindari.
“Jika saudara-saudara tidak membubarkan diri, kepolisian akan mengambil langkah tegas dan membubarkan secara paksa. Kembali ke kediaman masing-masing,” tegas Kapolsek Sentani Kota, AKP Bernadus Yunus Ick, saat mengimbau massa di lokasi aksi.
Bernardus juga menambahkan agar massa kooperatif meninggalkan lokasi.
“Bubar, kalian balik kanan sudah. Jalan sudah, kami tidak memukul kalian,” serunya.
Di sisi lain, perwakilan mahasiswa menuntut hak untuk menyampaikan suara publik secara aman tanpa tekanan dari aparat.
“Kami mengakui tugas kalian, tetapi tidak perlu menakuti kami. Kami ingin menyampaikan aspirasi,” balas salah satu pengunjuk rasa.
Eskalasi massa kembali meningkat pada pukul 09.33 WIT saat kelompok mahasiswa berusaha menghimpun kembali barisan di pertigaan Pos VII.
Polisi kemudian melepaskan tembakan gas air mata yang membuat massa pengunjuk rasa dan anggota KNPB berlari berhamburan menyelamatkan diri menuju area sekitar Gereja GKI Betania Pos VII.
Meski situasi sempat memanas dan diwarnai aksi lari berhamburan, massa kembali terkonsentrasi di sekitar pertigaan Pos VII.
Akhirnya perwakilan massa aksi dan pihak Polres Jayapura masih terlibat dialog serta negosiasi guna mencari kesepakatan terkait penyampaian aspirasi tersebut.
