JAKARTA, tabloidnusantara. Pemerintah menambah porsi dana Program Makan Bergizi Gratis tahun depan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan alokasi MBG 2027 naik menjadi sekitar Rp240 triliun, dari Rp229 triliun yang sudah dianggarkan di 2026.
Kenaikan itu disampaikan Purbaya saat Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan 2027 di Jakarta, Jumat.
Dari total belanja pendidikan Rp820,9 triliun di RAPBN 2027, MBG menjadi salah satu pos terbesar. Program ini ditargetkan menyasar 60,6 juta penerima di seluruh Indonesia.
“Katakan sekitar Rp240 triliun untuk MBG,” ujar Purbaya.
Agar dana tidak bocor dan menu sampai tepat sasaran, Kemenkeu mengerahkan jaringan Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan di tiap provinsi dan kabupaten/kota.
“Bukan naruh perwakilan, kita memang punya di seluruh provinsi sampai dari tingkat II di seluruh Indonesia, di Kanwil Perbendaharaan. Nah, itu kita manfaatkan sekarang untuk melakukan semacam survei ke semua aspek-aspek SPPG yang ada di sana,” kata Purbaya pada Rabu 12 Agustus.
Hasil pantauan awal, menurutnya, pelaksanaan MBG secara umum berjalan baik.
Di sisi lapangan, Badan Gizi Nasional mendorong kepala daerah ikut mengawal. Kepala BGN Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, bilang peran pemda krusial mulai dari distribusi hingga penanganan masalah.
“Kami menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kepala daerah yang selama ini memang membersamai program MBG, baik untuk mendukung program itu terlaksana dengan baik, termasuk juga mohon maaf setiap ada terjadinya kecelakaan, keracunan,” ujarnya.
Menurut BGN, kolaborasi dengan pemda dibutuhkan agar setiap persoalan di lapangan bisa ditangani bersama dan program berjalan lebih optimal.
Dengan tambahan anggaran dan mekanisme pengawasan yang turun langsung ke SPPG, pemerintah menargetkan MBG 2027 menjangkau lebih luas tanpa mengorbankan mutu dan keamanan pangan.
Mau saya bikinkan versi yang lebih singkat buat caption IG/TikTok, atau versi feature yang menyorot kisah penerima MBG di daerah?
