JAYAPURA, tabloidnusantara. Isu aksi unjuk rasa serentak Komite Nasional Papua Barat (KNPB) besok membuat Polresta Jayapura Kota siaga penuh. Sekitar 1.500 personel dikerahkan untuk mengamankan sejumlah titik di Kota Jayapura agar aktivitas warga tetap berjalan normal.
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol. Fredrickus W.A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., menegaskan aparat tidak melarang warga menyampaikan aspirasi. Tapi harus sesuai aturan dan tidak mengganggu hak orang lain.
“Kita punya kewajiban untuk sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan mudah terpancing, dan kita saling menghormati hak-hak orang lain juga yang untuk bisa beraktivitas,” ujar Fredrickus, Jumat (14/8)
Dalam pernyataannya, Kapolresta mengingatkan bahwa menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak konstitusional. Namun pelaksanaannya harus menghormati hukum yang berlaku.
“Hak untuk menyampaikan pendapat harus diimbangi dengan kewajiban menjaga ketertiban umum dan menghormati hak orang lain dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat tidak gampang percaya dan menyebar informasi yang belum jelas kebenarannya. Menurutnya, isu yang dipelintir bisa memicu ketegangan di lapangan.
Aktivitas Warga Diminta Jalan Seperti Biasa
Untuk mengantisipasi lonjakan massa, pengamanan akan difokuskan di titik-titik yang biasanya jadi pusat aksi. Meski begitu, Fredrickus memastikan sekolah, pasar, kantor, dan transportasi publik tetap berjalan seperti biasa.
“Kami berharap situasi di Kota Jayapura tetap aman dan kondusif. Masyarakat diminta tetap beraktivitas seperti biasa dan tidak terpengaruh dengan isu-isu yang beredar,” tambahnya.
Hingga malam ini aparat gabungan masih melakukan pemetaan dan koordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta mahasiswa agar aksi besok bisa berlangsung tertib dan tidak anarkis.
Pihak kepolisian juga membuka posko pengaduan bagi warga yang melihat potensi gangguan kamtibmas selama aksi berlangsung.
