PAPUA TENGAH, tabloidnusantara. Koops TNI Habema meluruskan informasi yang sempat beredar terkait dugaan intimidasi oleh personel Pos Wuloni kepada umat Stasi Santa Sisilia Wuloni, Paroki Santo Petrus Ilaga, Dekanat Moni-Puncak Jaya, Keuskupan Timika.
Setelah melakukan penelusuran, Koops TNI Habema menyatakan tidak ditemukan adanya arahan maupun tindakan dari prajurit Pos Wuloni yang dimaksudkan untuk menekan pihak gereja atau umat dalam menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI dan Pemerintah Republik Indonesia. Klarifikasi ini disampaikan pada Rabu, (12/8).
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa TNI menempatkan gereja sebagai ruang hidup rohani masyarakat Papua yang harus dijaga dan dihormati.
“Kami menghormati gereja, para pemimpin agama, dan seluruh umat. Tugas kami di tengah masyarakat adalah menghadirkan rasa aman, bukan rasa khawatir. Karena itu kami terus mengingatkan setiap prajurit untuk berkomunikasi secara humanis, menghargai adat, dan menghargai kehidupan beragama di Papua,” ujarnya.
Ucapan terima kasih dari masyarakat Wuloni muncul setelah TNI memberikan dukungan untuk renovasi Gereja Stasi Santa Sisilia dan perbaikan fasilitas Sekolah Dasar di wilayah tersebut. Bantuan itu diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, bukan sebagai syarat untuk mendapatkan pernyataan atau dukungan tertentu.
“Bagi kami, membantu gereja dan sekolah adalah bagian dari pengabdian. Tidak ada kewajiban bagi masyarakat untuk membalasnya. Yang kami harapkan sederhana: rumah ibadah bisa dipakai dengan layak, anak-anak bisa belajar dengan tenang, dan hubungan antara TNI dengan masyarakat tumbuh di atas dasar saling percaya dan saling menghargai,” tambah Letkol Wirya.
Koops TNI Habema juga menyadari bahwa masyarakat Papua memiliki pengalaman, harapan, dan sudut pandang yang beragam. Setiap masukan dari warga, tokoh agama, maupun tokoh adat akan dicatat dan dijadikan bahan evaluasi agar kehadiran prajurit di lapangan semakin selaras dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin berjalan bersama. Kritik membangun kami terima, karena dari situlah kami belajar menjadi lebih baik,” tutupnya.
