Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

MENUJU HUT KE-81 RI, KEPALA SUKU BESAR KAMORO, AJAK WARGA KIBARKAN MERAJ PUTIH SERENTAK DEMI PAPUA DAMAI

MIMIKA, tabloidnusantara. Menjelang puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, suasana kebangsaan mulai terasa di Kabupaten Mimika. Kepala Suku Besar Kamoro, Timotius Samin, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan 17 Agustus sebagai momentum memperkuat persatuan, bukan perpecahan.

Ajakan itu disampaikan secara terbuka di tengah situasi Papua yang masih diuji oleh gangguan keamanan. Timotius secara khusus meminta warga mengibarkan bendera Merah Putih di rumah, kantor, sekolah, hingga kampung-kampung pesisir sebagai simbol kebanggaan dan cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Mari kita kibarkan bendera Merah Putih secara serentak sebagai simbol kebanggaan, persatuan, dan cinta kita kepada NKRI. Mari kita jaga Papua tetap aman, damai, dan kondusif. Bersama-sama kita wujudkan Papua yang damai demi masa depan yang lebih baik bagi kita semua,” tegas Timotius.

Apresiasi untuk Aparat Keamanan

Dalam pernyataannya, Timotius juga menyampaikan apresiasi kepada aparat keamanan di wilayah Mimika. Ia menyebut respons cepat Polres Mimika, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 dan Satgas Koops TNI HABEMA pasca-insiden penembakan di Jayawijaya menjadi bukti nyata negara hadir melindungi rakyat.

Menurutnya, profesionalisme aparat di lapangan membuat masyarakat merasa lebih tenang dalam menyambut perayaan kemerdekaan tahun ini.

“Sinergi antara masyarakat adat dan aparat keamanan adalah kunci utama menjaga stabilitas wilayah. Tanpa rasa aman, perayaan tidak akan bermakna,” ujarnya.

Himbauan: Jadikan 17 Agustus Momentum Persatuan

Timotius menekankan tiga poin penting yang ia harap dilakukan warga Mimika menjelang 17 Agustus:

1. Kibarkan Merah Putih serentak: Pasang bendera di setiap rumah dan fasilitas umum mulai awal Agustus sebagai tanda cinta Tanah Air.

2. Jaga kondusivitas: Tolak provokasi, ujaran kebencian, dan segala bentuk tindakan yang memecah belah.

3. Dukung aparat keamanan: Berikan informasi jika melihat hal mencurigakan dan bangun komunikasi yang baik dengan TNI-Polri.

Ia berharap langkah sederhana mengibarkan bendera bisa meredam potensi provokasi dan memastikan perayaan kemerdekaan di Papua Tengah, khususnya wilayah pesisir Mimika, berjalan khidmat tanpa gangguan.

Bagi warga Mimika, 17 Agustus tahun ini bukan hanya soal upacara. Ini tentang menegaskan kembali identitas sebagai bagian dari Indonesia, sambil menjaga kampung halaman tetap aman untuk anak cucu.

Mari kita jawab ajakan itu. Pasang bendera, jaga tetangga, dan rayakan kemerdekaan dengan semangat persatuan. Karena Papua yang damai dimulai dari kita yang memilih damai.