Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

PENJEMPUTAN BENDERA PUSAKA TAHUN 1948 DI PENDOPO BERSEJARAH NANGGUNG KABUPATEN BOGOR

KABUPATEN BOGOR, tabloidnusantara. Bupati Bogor Rudy Susmanto melakukan penjemputan bendera pusaka tahun 1948 dari pendopo bersejarah di Desa Malasari, Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/8).

Bendera sejarah tersebut merupakan bendera pertama yang dikirimkan Pemerintah Pusat Republik Indonesia kepada Pemerintah Kabupaten Bogor pada 1948, ketika daerah itu berada dalam masa revolusi fisik.

Penjemputan bendera bersejarah tersebut, Ia lakukan dari rumah sejarah bekas Kantor Bupati Bogor di Malasari dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Dalam momentum yang sangat bersejarah buat Kabupaten Bogor, kita berdiri bersama-sama di tempat yang sangat terhormat dan tempat yang sakral buat berdirinya Kabupaten Bogor, buat perjuangan bangsa Indonesia,” kata Rudy.

Menurutnya, penjemputan bendera pusaka tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan upaya mengingat kembali semangat perjuangan para pendahulu dalam mempertahankan kemerdekaan.

Ia menuturkan bendera merah putih tersebut menjadi salah satu simbol perjalanan sejarah Kabupaten Bogor karena diterima langsung dari Pemerintah Pusat RI pada 1948.

“Satu bendera dijemput, maka kita menjemput sebuah semangat perjuangan para pahlawan. Kita menjemput sebuah keikhlasan pengabdian para pahlawan mengabdi kepada bangsa dan negara ini,” ujarnya.

Rumah sejarah di Malasari menjadi bagian penting dalam perjalanan pemerintahan Kabupaten Bogor karena pernah digunakan sebagai kantor bupati pada masa revolusi fisik.

Pada masa Bupati Bogor Raden Ipik Gandamana tahun 1948-1950, pemerintahan Kabupaten Bogor harus berpindah-pindah akibat Agresi Militer Belanda II.

Malasari kemudian menjadi pusat pemerintahan sipil Kabupaten Bogor selama sekitar lima bulan. Lokasinya yang berada di kawasan perbukitan dinilai strategis untuk menjalankan pemerintahan di tengah situasi perang mempertahankan kemerdekaan.

Dari Malasari, Ipik Gandamana menjalankan pemerintahan, termasuk mengangkat lurah-lurah di 16 desa pada 16 Februari 1949.

Pada awal Maret 1949, Wakil Gubernur Jawa Barat Yusuf Adinata juga mendatangi wilayah tersebut dengan membawa instruksi pembentukan pamong praja di seluruh Kabupaten Bogor.

Rudy mengatakan nilai sejarah tersebut perlu terus dikenalkan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, sekaligus menjadi pengingat untuk meneruskan perjuangan para pendahulu dengan mengisi kemerdekaan.

“Kita sebagai penerusnya wajib turut serta bersama-sama mengisi kemerdekaan,” kata Rudy.

Ia berharap penjemputan bendera pusaka itu juga menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat di tengah berbagai perbedaan yang ada di Kabupaten Bogor.

“Mudah-mudahan momentum hari ini kita menjemput bendera pusaka yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Bogor menjadi momentum kebersamaan kita merajut perbedaan-perbedaan yang ada di Kabupaten Bogor dengan satu tujuan, membangun bangsa Indonesia, membangun Bogor bersama-sama,” ujarnya.