Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
PERISTIWA

POLANTAS DIDUGA TEROBOS LAMPU MERAH DAN TABRAK MOTOR SEBABKAN BALITA MENINGGAL DUNIA

BONE, tabloidnusantara. Seorang balita berinisial GN (4) meninggal dunia disebabkan motor yang ditumpanginya bersama ibu dan kakaknya ditabrak dari belakang oleh polisi yang diduga menerobos lampu merah. Kecelakaan itu terjadi pada Rabu (5/8).

Kini, Ipda MA (49) kini diperiksa unit Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Bone, buntut dari kecelakaan tersebut.

AKP Riyanda Putra Utama, Kasat Lantas Polres Bone mengatakan, Ipda MA kini sedang menjalani pemeriksaan oleh Propam Polres Bone.

Ia menjelaskan, usai peristiwa Ipda MA langsung mengamankan diri ke Mapolres Bone.

“Langsung mengamankan diri Polres dan sekarang ini sementara diamankan untuk dilakukan pemeriksaan dan kami juga berkoordinasi dengan pihak Propam sebab terduga pelaku ada seorang personel kepolisian yang juga bertugas di Polres Bone,” katanya kamis (6/8).

Kecelakaan itu berawal ketika korban bersama Hermiati (45), ibunya dan Masrur (19) kakaknya, hendak ke Lapangan Merdeka untuk menyaksikan perayaan HUT RI ke-81 pada Rabu, (5/8) pukul 14.00 WITA. Mereka mengendarai sepeda motor Scoopy.

Namun, saat berhenti di lampu merah perempatan Jalan Ahmad Yani, Jalan MT Haryono, Jalan Besse Kajuara di Kelurahan Watampone, Kabupaten Bone, sepeda motor tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh mobil Daihatsu Xenia yang dikemudikan oleh Ipda MA.

Akibat dari peristiwa ini, Masrur dan ibunya mengalami luka ringan. Sementara korban GN ditemukan kritis di depan ban belakang mobil.

Balita perempuan itu langsung dievakuasi ke RSUD Tenriawaru Bone untuk dilakukan perawatan medis. Korban sempat mendapatkan perawatan namun nyawanya tidak tertolong.

“Saya mau ke Lapmer (Lapangan Merdeka) nonton pawai kemerdekaan tapi di lampu merah saya ditabrak sama mobil dari arah belakang,” kata Masrur.

Selain menelan korban jiwa, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kerugian materiil yang diperkirakan sekitar Rp 500.000.

Usai menerima laporan, personel Satlantas Polres Bone segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP, membuat sketsa lokasi, meminta keterangan para saksi, serta mengamankan kedua kendaraan yang terlibat.

“Kami memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku” kata AKP Riyanda Putra Utama, Kasat Lantas Polres Bone.