Menu

KUNJUNGAN DIREKTUR FBI BERTEMU KAPOLRI, PERKUAT KERJA SAMA PENEGAKAN HUKUM INTERNASIONAL

Kabar Nusantara 6 detik ago 0 1

JAKARTA, tabloidnusantara . Kepala Kepolisian Republik Indonesia ( Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri untuk memperkuat kerja sama penegakan hukum internasional bersama Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat dalam menghadapi kejahatan modern yang semakin kompleks, lintas negara, dan melampaui batas yurisdiksi.

‎Komitmen tersebut disampaikan Kapolri saat menerima kunjungan kehormatan Direktur FBI Kash Patel beserta delegasi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/7)

‎Dalam pertemuan itu, Sigit menyampaikan FBI merupakan salah satu mitra strategis Polri dalam kerja sama penegakan hukum internasional. Karena itu, hubungan kelembagaan yang telah terjalin dinilai perlu terus diperkuat guna meningkatkan kemampuan kedua institusi dalam menghadapi ancaman kejahatan transnasional.

‎”Saya berharap kunjungan ini semakin mempererat hubungan kelembagaan antara Polri dan FBI serta memberikan momentum baru bagi penguatan kerja sama penegakan hukum internasional, khususnya dalam menghadapi berbagai ancaman kejahatan lintas negara yang semakin kompleks,” ujar Sigit.

‎Kapolri menjelaskan, kerja sama Polri dan FBI telah memiliki landasan melalui Letter of Intent tentang Kerja Sama Timbal Balik dalam Pengembangan Kapasitas serta Pencegahan dan Penanggulangan Kejahatan Transnasional yang ditandatangani pada 5 Juli 2019 dan telah diperpanjang hingga 2029.

‎Menurutnya, kerja sama tersebut juga berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia Polri. Hingga kini, sebanyak 286 personel Polri telah mengikuti berbagai program pengembangan kapasitas bersama FBI.

‎”Kami mengapresiasi pelaksanaan berbagai program pengembangan kapasitas bersama FBI yang telah diikuti oleh 286 personel Polri. Dukungan tersebut telah memberikan kontribusi penting bagi peningkatan profesionalisme, pengetahuan, dan kemampuan teknis personel Polri dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan modern,” katanya.

‎Sigit berharap program peningkatan kapasitas itu terus diperluas, terutama pada penanganan tindak pidana prioritas. Polri juga siap mengoptimalkan peran Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) sebagai pusat pendidikan dan pelatihan internasional bagi aparat penegak hukum yang telah melibatkan peserta dari 101 negara, termasuk Amerika Serikat.

‎Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyoroti meningkatnya ancaman kejahatan siber yang semakin terorganisasi. Modus seperti pig butchering, love scam, Business Email Compromise, phishing, ransomware, penipuan investasi, pencurian identitas, hingga penyalahgunaan aset kripto dinilai memerlukan respons bersama antarnegara.

‎”Polri berharap kerja sama operasional dapat diperkuat melalui pertukaran intelijen secara cepat, identifikasi pelaku dan jaringan, pelacakan aliran dana, pemulihan aset, serta pembentukan mekanisme koordinasi yang lebih efektif,” ujarnya.

‎Selain itu, Sigit mendorong penguatan kolaborasi dalam penanggulangan terorisme, khususnya menghadapi ancaman radikalisasi yang memanfaatkan media sosial, platform digital, komunikasi terenkripsi, serta propaganda yang menyasar kelompok rentan, termasuk generasi muda.

‎”Polri berharap kerja sama dengan FBI dapat diperluas dalam menghadapi radikalisasi daring, ekstremisme berbasis kekerasan, investigasi komunikasi digital, dan perlindungan masyarakat dari propaganda terorisme,” tuturnya.

Written By

Leave a Reply

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *