Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
PEMERINTAH

LINDUNGI KETAHANAN PANGAN, BARANTIN PRIORITASKAN PENGAWAS TIGA PENYAKIT HEWAN

JAKARTA, tabloidnusantara. ‎Tiga penyakit hewan, yakni Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), African Swine Fever (ASF), dan Peste des Petits Ruminants (PPR), menjadi fokus pengawasan Badan Karantina Indonesia (Barantin) guna mencegah penyebaran penyakit yang dapat mengganggu kesehatan hewan, ketahanan pangan, dan perekonomian masyarakat.

‎Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, mengatakan ketiga penyakit tersebut diprioritaskan berdasarkan hasil surveilans dan penerapan manajemen risiko. Menurutnya, pengawasan difokuskan pada ancaman dengan tingkat risiko tertinggi agar langkah pencegahan dapat dilakukan secara lebih efektif.

‎”PMK, ASF, dan PPR saat ini menjadi perhatian utama berdasarkan hasil surveilans dan pengamatan kami. Bukan berarti penyakit lain tidak kami waspadai, tetapi melalui pendekatan manajemen risiko kami memprioritaskan penanganan terhadap ancaman yang memiliki tingkat risiko paling tinggi,” ujar Karding dalam paparannya di Jakarta, Selasa (07/07).

‎Karding menjelaskan bahwa pendekatan berbasis risiko menjadi landasan dalam memperkuat sistem karantina nasional. Melalui strategi tersebut, sumber daya yang dimiliki dapat diarahkan pada pengawasan terhadap penyakit yang berpotensi menimbulkan dampak besar bagi sektor peternakan dan ketahanan pangan nasional.

‎Karding menegaskan penguatan pengawasan akan terus dilakukan untuk mencegah masuk dan menyebarnya penyakit hewan strategis ke wilayah Indonesia. Langkah tersebut juga diharapkan mampu menjaga keberlangsungan produksi peternakan sekaligus melindungi masyarakat dari kerugian ekonomi akibat wabah penyakit hewan.

‎”Prinsipnya, kami menempatkan sumber daya pada risiko yang paling besar terlebih dahulu. Dengan demikian, upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif tanpa mengabaikan pengawasan terhadap ancaman penyakit lainnya,” pungkasnya.