JAKARTA, tabloidnusantara. Pendidikan calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KMNP) resmi diubah oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan). Langkah penghapusan latihan menembak ini merupakan imbas dari meninggalnya 5 orang peserta pelatihan.
Peserta yang meninggal dunia terdiri dari Yonanda Muhammad Taufiq (meninggal 17 Juni 2026), Anisa Muyassaroh (meninggal 18 Juni 2026), Novia Rahmadhani Sihotang (meninggal 22 Juni 2026), Muhammad Rifki Renaldi Gunawan (meninggal 26 Juni 2026), dan Nola Dya Sari (meninggal 26 Juni 2026).
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Rico Ricardo menyampaikan bahwa kegiatan yang bersifat taktis dan teknis militer telah dikurangi drastis demi menyesuaikan fisik warga sipil.
Terkait beredarnya video latihan menembak, Rico memberikan klarifikasi langsung.
“Perlu kami sampaikan bahwa dokumentasi atau liputan terkait kegiatan menembak (yang banyak beredar di media massa dan media sosial) tersebut merupakan kegiatan yang dilaksanakan pada minggu lalu, sebelum adanya evaluasi terbaru terhadap pelaksanaan program,” terang Rico.
Istilah Latihan Dasar Militer (latsarmil) juga sudah tidak lagi digunakan. Evaluasi bersama menetapkan bahwa format pendidikan berubah sepenuhnya.
“Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial, bukan latsarmil lagi,” sambungnya.
Fokus pendidikan kini ditekankan pada penguatan karakter, kerja sama, wawasan kebangsaan, disiplin, dan tanggung jawab calon manajer.
“Serta kesiapan manajerial peserta sebagai calon pengelola Kopdes Kelurahan Merah Putih dan KNMP. Sehingga mereka benar-benar siap bekerja saat selesai melaksanakan Pendidikan,” ungkap
