Mensos Tinjau Korban Banjir Bandang Sentani Jayapura
Jayapura (27 Maret 2019) – Puluhan anak-anak yang tengah mengikuti Layanan Dukungan Psikososial (LDP) di tenda pengungsian Stadion Barnabas Youwe, Kabupaten Jayapura bersuka cita saat melihat Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita membawakan hadiah untuk mereka berupa mainan, perlengkapan makan anak, dan selimut anak.
-
Mensos Tinjau Korban Banjir Bandang Sentani Jayapura
“Anak-anakku, bagaimana
kabar kalian hari ini? Bagaimana makanannya? bagaimana tidurnya? cukup
nyamankah? Saya datang dari Jakarta untuk bertemu kalian semua sekaligus ini
ada oleh-oleh. Semoga semua suka ya,” tutur Mensos.
Sang Menteri yang berdiri di
antara anak-anak kemudian dengan sigap memanggil anak-anak berusia dua hingga lima
tahun untuk maju kedepan menerima mainan berbentuk kuda tunggang. Beberapa anak
kemudian menjajal menaikinya.
“Terima kasih Pak Menteriiiiiiii…….,” teriak anak-anak bersahut-sahutan. Senyum merekah di bibir mereka.
Kepada anak-anak Menteri berpesan
agar mereka tetap ceria kendati sedang mengalami musibah banjir bandang
beberapa waktu lalu. Ia juga meminta agar proses LDP terus dilakukan untuk
menyemangati anak-anak, memotivasi mereka kembali ke sekolah, dan mengajak
mereka bermain untuk menghibur mereka di tempat pengungsian.
Menteri kemudian meninjau
dapur umum lapangan yang terletak tak jauh dari tenda LDP. Di tempat ini ia
disambut para relawan yang tengah menyiapkan makan siang untuk pengungsi. Ada
yang tengah menggoreng ikan, menggoreng tahu, ada pula yang tengah melipat
kertas nasi bungkus. Di salah satu sudut dapur umum, beberapa relawan
menyanyikan lagu pujian untuk menghangatkan suasana.
“Terima kasih atas
kerelaan dan kepedulian Saudara. Gotong royong dan bahu-membahu membantu para korban
bencana banjir bandang ini tentu akan meringankan tugas kita. Dan terpenting
adalah warga terdampak cepat tertangani. Itu yang selalu dipesankan Bapak
Presiden,” tutur Menteri sambil bersalaman dengan para relawan.
Posko Kemensos di Stadion
Barnabas Youwe ini menjadi titik kumpul relawan di antaranya Taruna Siaga
Bencana (Tagana) Indonesia, Persatuan Pemuda GEreja GKI Getsemani Kotaraja,
pelajar SMP dan SMA Kalam Kudus, mahasiswa IPDN Papua, mahasiswa Universitas
Cendrawasih, Pekerja Sosial, Penyuluh Sosial, Pendamping Program Keluarga
Harapan (PKH), Wahana Visi Indonesia, dll.
Serahkan Bantuan Rp4,3 miliar
Dalam kunjungan kerja ini
Mensos juga menyerahkan bantuan logistik dan santunan sebesar Rp4,3 miliar.
Terdiri dari bantuan logistik tahap pertama Rp764.255.700, logistik tahap kedua
Rp664.518.500, logistik tahap ketiga Rp760.710.700, logistik tahap keempat
Rp493.046.400, dan santunan ahli waris. Santunan ahli waris dibagi menjadi dua
tahap dimana setiap ahli waris mendapat Rp15 juta. Santunan ahli waris tahap I untuk 71 jiwa
sebesar Rp1.065.000.000 dan tahap II untuk 41 jiwa sebesar Rp615.000.000.
Santunan tahap pertama diserahkan secara simbolis oleh Mensos kepada para ahli
waris.
Bantuan logistik terdiri dari
bantuan makanan siap saji dan lauk pauk, makanan anak,tenda serbaguna keluarga,
tenda gulung, velbed, kasur, peralatan keluarga dan peralatan dapur keluarga,
selimut, paket sandang, serta perlengkapan Tagana.
Bantuan tahap pertama telah
tiba di Jayapura terdiri dari: (1)
bantuan makanan yakni makanan siap saji paket A, B, C, D sebanyak 1.200 paket.
Lauk pauk 700 paket, makanan anak 300 paket, mie instan 12.000 bungkus; (2)
Peralatan Evakuasi terdiri dari Tenda Serbaguna Keluarga 3 unit, Tenda Gulung
200 lembar, Velbed 100 unit, kasur 100 lembar; (3) Bantuan Peralatan Keluarga
terdiri dari Family Kit 100 paket, Kids Ware 100 paket, Food Ware 100 paket,
dan Peralatan Dapur Keluarga 100 paket; (4) Bantuan Sandang meliputi Selimut
200 lembar dan Paket Sandang 100 paket; (5) Bantuan berupa Perlengkapan Tagana
terdiri dari Warepack dan peralatan sebanyak 73 paket dan Perlengkapan Tagana
Individu 50 paket.
Bantuan tahap kedua yang
sedang dalam proses pengiriman terdiri dari: (1) Bantuan Makanan yakni makanan
siap saji paket A, B, C, D sebanyak 1.200 paket, lauk pauk 700 paket, Makanan
Anak 400 paket, mie instan 10.000 bungkus; (3) Peralatan Keluarga berupa Family
Kit sebanyak 100 paket, Kids Ware 100 paket, Food Ware 100 paket, Peralatan
Dapur Keluarga 100 Paket; (4) Bantuan Sandang terdiri dari Selimut 200 lembar
dan Paket Sandang 100 paket.
Bantuan tahap ketiga berupa
Peralatan Dapur Umum Lapangan sebanyak 5
unit, Tenda Serbaguna Keluarga 5 unit, Selimut Bayi 500 lembar, Mainan Kuda 175
unit, Kotak Tempat Makan 545 unit. Bantuan ini telah diserahkan kepada
penyintas.
Bantuan tahap keempat telah sampai gudang Papua terdiri dari pel bertangkai 500 pcs, serok air 500 pcs, ember 500 pcs, sikat bertangkai 500 pcs, sapu ijuk 500 pcs, keset kaki 500 pcs, gerobak dorong 58 unit, sekop gagang besi 500 pcs, selang air 100 roll, Tangki air (1.100 liter) 20 unit, sepatu boot 100 pasang, paku 300 kg, palu 100 pcs, gergaji gorok gagang kayu 500 pcs, sapu lidi bertangkai 500 pcs, dan galon air minum (9 liter) 500 pcs.
“Bantuan berupa dapur
umum pemenuhan kebutuhan makanan sehari-hari juga sudah berjalan. Ada tiga
dapur umum yang dikelola Taruna Siaga Bencana (Tagana). Setiap hari mereka
memasak untuk pengungsi dan relawan yang tengah bertugas di lokasi
bencana,” katanya.
Dapur umum berada di Posko
Induk Gunung Merah (Kantor Bupati Jayapura)
,Posko STAKIN, Posko Stadion
Barnabas Youwe, dan Posko GOR Toware, serta beberapa dapur umum mandiri yang
dikelola warga. Pasokan beras untuk dapur umum dapat dipenuhi dari Cadangan
Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 100 ton.
Banjir di Kabupaten Jayapura
berawal dari hujan dengan intensitas deras pada Sabtu (16/3) pukul 18.00–20.00
WIT. Hujan mengakibatkan banjir bandang di distrik Distrik Depapre, Distrik
Revenirara, Distrik Sentani, Distrik Sentani Barat, dan Distrik Waibu.
Banjir bandang menyebabkan
sedikitnya 112 jiwa meninggal dunia (105 jiwa di Kabupaten Jayapura dan 7 jiwa
di Kota Jayapura), 94 jiwa hilang, 107 jiwa berat, 808 jiwa luka ringan, dan
138.819 jiwa mengungsi.
Sementara itu banjir juga
menyebabkan kerusakan di antaranya 211 rumah terendam dan 351 rumah rusak
berat. Kerusakan juga terpantau pada 4 jembatan, 8 drainase, 4 ruas jalan, 2
unit gereja, satu masjid, 8 sekolah, 104 ruko, dan satu pasar.
Ditengah-tengah pengungsi,
Mensos yang hadir didampingi oleh Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan
Sosial Harry Hikmat, Staf Khusus Menteri Febri Hendri dan Karo Humas Kemensos
Sonny W. Manalu menyampaikan ucapan duka cita sedalam-dalamnya atas musibah
yang mereka alami. Menteri Agus juga meyakinkan warga bahwa mereka akan terus
mendapat pendampingan hingga kondisi berangsur normal.
Sementara itu di tempat yang
sama, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat didampingi
Kepala Biro Humas Sonny W Manalu menjelaskan tentang perkembangan distribusi
bantuan Kementerian Sosial.
Dirjen mengatakan bantuan
logistik telah menjangkau penyintas Suku Mek, Distrik Waibu yang mengungsi di
pegunungan Doyo Lama.
Tim Kemensos terus begerak
menembus lokasi-lokasi yang masih terisolasi, berada di pegunungan, atau yang
belum tersentuh bantuan.
“Alhamdulillah logistik
permakanan, terpal, matras, kasur untuk bayi, dan paket dapur keluarga telah
diterima warga,” tuturnya.
Tagana bergerak ke lokasi dan
melakukan penjangkauan bersama tim kesehatan yang memeriksa kondisi penyintas
dan melakukan pengobatan bagi penyintas Suku Mek.
“Terdapat beberapa
kelompok rentan di suku Mek seperti anak-anak, bayi, ibu menyusui dan lansia.
Mereka tidak mengungsi ke
bawah atau menjadi satu di pos pengungsian karena ada kekhawatiran air Danau
Sentani naik,” tutur Dirjen.