Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

16 RIBU SANTRI KAB. SEMARANG DIBANTU VITAMIN

JATENG, “tabloidnusantara.com” – Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Puskesmas setempat melakukan pendampingan kesehatan kepada 16 ribu orang santri, yang tersebar di lebih dari seratus ponpes diberikan bantuan masker dan vitamin.

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram


JATENG, “tabloidnusantara.com” – Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Puskesmas setempat melakukan pendampingan kesehatan kepada 16 ribu orang santri, yang tersebar di lebih dari seratus ponpes diberikan bantuan masker dan vitamin.

Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten Semarang dr Ani Raharjo menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk memutus
rantai penyebaran virus Corona di pondok pesantren (ponpes).

Kita pastikan mereka
dalam keadaan sehat saat memasuki pondok pesantren untuk memutus rantai
penularan virus di tempat belajar mereka,” terang Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten Semarang dr Ani Raharjo di sela-sela mendampingi kunjungan kerja
Bupati Semarang di Ponpes Amal Sholeh, Pendingan Sumogawe, Getasan. “Selasa
(4/8/2020).

Dengan memberian
vitamin selama dua minggu, guna meningkatkan imunitas para santri, setelah menjalani
libur panjang di tempat tinggal masing-masing. Menurutnya, adaptasi dari daerah
asal ke lingkungan pondok memerlukan kekebalan tubuh agar tak terserang virus.

“Selama ini seluruh
ponpes sudah melaksanakan usaha kesehatan pondok pesantren atau ukestren yang
didampingi puskesmas terdekat. Kita maksimalkan program itu dengan fokus pada
pencegahan penyebaran virus Corona,” tegasnya.

Selain pemberian vitamin
pemerintah semarang juga memberikan bantuan sabun cuci tangan kepada pengasuh
pondok.

Disisi lain Bupati Semarang Mundjirin meminta para santri dan pengasuh ponpes mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Bupati Semarang Mundjirin (Dok. Diskominfo Jateng )

“Jangan sampai ada
klaster penyebaran baru di pondok pesantren. Para santri dan pengasuh harus
taat protokol kesehatan,” ujarnya.

Pengasuh Ponpes Amal
Sholeh Shohibul Makmun menerangkan, sebanyak 123 orang santri telah menjalani
pemeriksaan kesehatan sebelum masuk Ponpes. Mereka berasal dari Pekalongan,
Banten, Sulawesi, Semarang dan Salatiga serta Getasan.

“Santri wajib membawa
surat keterangan sehat. Pembelajaran sejak 11 Juli lalu juga menerapkan physical
distancing
 dan suhu tubuh para santri dicek setiap hari,” paparnya.